Breaking News:

Berita Bali

Munas Kadin Batal Digelar di Bali, Ketua GIPI Bali: Kita Kehilangan Potensi Pemasukan Rp 35 Miliar

Contoh seperti Munas Kadin kemarin cancel, sudah kurang lebih hitungan kita kehilangan potensi pemasukan mencapai Rp 35 miliar," ujar Agung Partha.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali saat kegiatan temu wicara serangkaian BBTF ke-7. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Batalnya penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ke-VIII di Bali pada awal bulan Juni 2021 ini ternyata potensi kehilangan perputaran ekonomi mencapai Rp 35 miliar.

Hal tersebut disampaikan Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana dalam sesi temu wicara talk show rangkaian kegiatan Bali and Beyond Travel Fair, Kamis 10 Juni 2021.

"Contoh seperti Munas Kadin kemarin cancel, sudah kurang lebih hitungan kita kehilangan potensi pemasukan mencapai Rp 35 miliar," ujar Agung Partha.

Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya sempat menghitung dari lebih kurang peserta Munas Kadin ke-VIII kemarin mencapai 2 ribu orang.

Baca juga: Ribuan PMI Asal Bali Sudah Berangkat Bekerja Kembali ke Luar Negeri, Dewan Bali Sambut Positif

Dengan peserta sebanyak itu kurang lebih menginap selama 3 hari 2 malam dengan rate lebih kurang Rp 3 juta, lalu sewa transport, belanja oleh-oleh anggaplah Rp 1 juta per orang.

Jika dihitung-hitung itu semua lebih kurang potensi pemasukan yang hilang capai Rp 35 miliar selama 3 hari penyelenggaraan Munas Kadin.

Dari sebanyak itu, paling banyak kehilangan pemasukan itu di sewa kamar hotel.

"Kamar potensi kehilangannya itu Rp 18 miliar dari total Rp 35 miliar.

Tapi ini kan sudah jadi keputusan pemerintah, paling tidak kedepannya kalau memang saat ini kita belum ada kesempatan (jadi tuan rumah Munas Kadin).

Mungkin dalam waktu pelantikannya, Bali mungkin diberi kesempatan untuk menerima (pelantikan di Bali)," papar Agung Partha.

Menurutnya hal seperti ini biasa bagi pengusaha dan bisnis, kalau menyanyangkan batalnya kegiatan tersebut pasti karena situasi Bali sangat merana seperti sekarang jika jadi diadakan di Bali waktu itu akan sangat bagus sekali.

Tetapi kalau memang belum saatnya mungkin akan ada kesempatan yang lain seperti pelantikan Ketua Kadin terpilih bisa diselenggarakan di Bali.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved