Breaking News:

Pelapor Kasus Pemalsuan Akta Jual Beli Villa Bali Rich Minta Perlindungan Hukum Kepada Ketua MA

Pelapor Kasus Pemalsuan Akta Jual Beli Villa Bali Rich Minta Perlindungan Hukum Kepada Ketua MA

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Kolase Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
AMBULANS - Notaris Hartono saat dimasukkan ke dalam ambulans di PN Gianyar, Selasa (17/9/2019) dan pengacara Hotman Paris Hutapea. 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Kasus pemalsuan akta jual beli Villa Bali Rich memasuki babak baru, dimana enam terpidana yang sudah divonis hukuman berdasarkan kasasi MA mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK).

Sebelumnya, putusan untuk kasus ini dinilai telah memiliki kekuatan hukum tetap dan mengikat (inkrah), karena telah ada putusan kasasi dari MA.

Para terdakwa ini sempat divonis bebas di tingkat banding, namun di tingkat kasasi, MA memvonis I Putu Adi Mahendra Putra dengan hukuman 2 tahun penjara, sementara Asral, Suryady dan I Hendro Nugroho Prawiro Hartono diganjar 4 tahun 6 bulan penjara, sedangkan Hartono dan Tri Endang dihukum 4 tahun penjara. 

Baca juga: 2 Buronan Kasus Pemalsuan Surat Jual Beli Saham Vila Bali Rich Mandiri Dijebloskan ke Rutan Gianyar

Mereka dinyatakan bersalah telah memalsukan akta jual beli Villa Bali Rich di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Keenam terdakwa ini telah dieksekusi ke Rutan Gianyar, Bali.

Pengajuan PK itu dibenarkan kuasa hukum keenam terdakwa, M Faisal.

Ia mengatakan, novum yang diajukan dalam PK yaitu, bukti otentifikasi tanda tangan yang dikeluarkan grafologi yang menyatakan tanda tangan itu identik.

Baca juga: Nasib Tak Menentu Karyawan Royal Pool Vila Bali, Hingga Kini Haknya Belum Dibayar

Pihaknya menilai hasil pemeriksaan tanda tangan oleh forensik kepolisian yang menyatakan tanda tangan tersebut palsu tidak sesuai protap.

Dimana, pembanding tanda tangan itu harusnya sebanyak 9 tanda tangan di tahun yang sama.

Novum lainnya yang diajukan, bahwa ada putusan perdata dari PN Denpasar yang mengatakan akta tersebut sah dan mengikat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved