Breaking News:

Berita Ekonomi

PLN UID Bali Sebut Layang-layang Tempati Posisi Teratas sebagai Penyebab Gangguan Aliran Listrik

Berdasarkan data PLN tahun 2020, layang-layang menempati posisi teratas sebagai penyebab gangguan aliran listrik. 

Tribun Bali/Karsiani Putri
Manager Komunikasi PT PLN (Persero) UID Bali, I Made Arya yang didampingi oleh Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum, Zufar dalam acara Temu Media di Denpasar, Bali pada Rabu 9 Juni 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berdasarkan data PLN tahun 2020, layang-layang menempati posisi teratas sebagai penyebab gangguan aliran listrik. 

Mengingat hal tersebut, pihak PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mengimbau masyarakat untuk bermain layang-layang secara aman. 

Terutama bulan Juni hingga Agustus yang merupakan musim layangan.

Adapun penyebab lainnya seperti pohon tumbang, fenomena petir, dan faktor alam lainnya. 

Baca juga: UPDATE Diduga Akibat Konsleting Listrik, Sebuah Kamar Hangus Terbakar di Denpasar

Hal ini disampaikan oleh Manager Komunikasi PT PLN (Persero) UID Bali, I Made Arya dalam acara Temu Media di Denpasar, Bali pada Rabu 9 Juni 2021. 

"Jadi, kami mengimbau kepada rare angon (sebutan untuk pemain layang-layang, red) agar bermain layangan di tempat yang aman dan jauh dari jaringan listrik atau jalan raya," kata I Made Arya. 

Dirinya juga menuturkan bahwa ke depannya pihaknya berencana menggelar lomba layang-layang bersama komunitas yang dimana rencananya akan diselingi dengan sosialisasi terkait bermain layang-layang dengan aman. 

Baca juga: PLN UID Bali Catat Rata-Rata Durasi Listrik Padam Tahun 2020 Sebesar 87 Menit Per Pelanggan

Menurutnya, berdasarkan komunikasi yang dilakukan dengan pihak komunitas, mereka siap mendukung acara dari pihak PT PLN (Persero) UID Bali dengan harapan hobi bermain layang-layang tersebut tidak merugikan orang banyak, khususnya dalam hal gangguan aliran listrik. 

I Made Arya juga mengungkapkan bahwa PT PLN UID Bali mencatat gangguan akibat layang-layang pada tahun 2019 terjadi 72 peristiwa, pada tahun 2020 sebanyak 291 peristiwa dan hingga tanggal 6 Juni 2021 tercatat sebanyak 17 peristiwa. 

Halaman
12
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved