Breaking News:

Tren Gowes Alami Penurunan, Penjualan Sepeda Gayung di Denpasar Juga Merosot

Ada berbagai merek sepeda lipat tersedia di gerainya, namun yang paling digandrungi adalah merek Pacific.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
ILUSTRASI BERSEPEDA - Gowes bersama anggota Korem 163 Wira Satya di jalanan seputaran Kota Denpasar, Bali, pada Jumat (23/10/2020). 

Untuk stoknya, Ruth mengaku, tidak seperti saat pandemi lalu. Yang mana, stok tipis tapi permintaan banyak.

Ini juga berlaku untuk jenis sepeda lainnya, utamanya sepeda gunung yang kala awal pandemi Covid-19 menjadi incaran.

Dulunya di awal pandemi dan tren gowes tengah ramai, penjualan sepeda bahkan sampai harus indent sebulan.

“Sekarang kan habis, beli, habis, beli. Pesan barang, lagi dua atau tiga hari sudah datang, mungkin karena sepi. Dulu saat pandemi, bisa indent sampai sebulan karena rebutan sama yang lain,” imbuhnya.

Wanita yang telah berdagang sepeda sejak 45 tahun lalu itu menyebutkan, dalam sehari, bisa terjual tujuh sampai delapan unit sepeda saat pandemi Covid-19.

Namun saat ini, bisa menjual tiga unit saja sudah lumayan.

“Sekarang sehari bisa terjual tiga unit saja sudah syukur. Setelah setahun pandemi ini yang cukup dicari road bike. Untuk MTB sudah tidak begitu. Harga sepeda road bike stabil di kisaran Rp 3 jutaan, karena tren baru-baru ini,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved