Berita Gianyar

Hingga Kini Nyepi Kasa Desa Adat Buahan Masih Dilakukan, Masyarakat Luar Perlu Jalan Alternatif

Tradisi Nyepi Kasa di Desa Adat Buahan, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali tetap ajeg di tengah modernisasi.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Suasana Nyepi Kasa di Desa Adat Buahan, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali, Kamis 10 Juni 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Tradisi Nyepi Kasa di Desa Adat Buahan, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali tetap ajeg di tengah modernisasi.

Sama seperti Hari Raya Nyepi pada umumnya, pada perayaannya Nyepi Kasa di Buahan ini, aktivitas masyarakat juga terhenti.

Baik aktivitas di rumah hingga jalanan setempat pun ditutup demi keheningan.

Namun di tengah kian maraknya sepeda motor dan aktivitas warga yang relatif massif, menyebabkan perayaan tersebut dibutuhkan jalur alternatif untuk warga luar desa.

Sebab saat ini, Desa Buahan menjadi satu-satunya jalur desa lain untuk beraktivitas.

Baca juga: Terungkap! Terduga Pembuang Sampah Medis di Bitera Gianyar Oknum Pegawai Kontrak RSUD Gianyar

Seperti pada perayaan Nyepi Kasa, Kamis 10 Juni 2021, jalan raya masuk di Desa Adat Buahan ditutup sehari penuh dari pukul 06.00-18.00 wita.

Hal ini praktis menyebabkan masyarakat desa tetangga yang akan pergi kerja atau beraktivitas dengan melintasi Desa Buahan tidak bisa melintas.

Situasi seperti ini terjadi setiap perayaan Nyepi Kasa.

Karenanya, setiap tahun terjadi gangguan aktivitas masyarakat, terutama yang memiliki urusan bepergian melintasi Desa Adat Buahan.

Baca juga: Cegah Demam Berdarah, BPBD dan Damkar Gianyar Bersihkan Limbah di Saluran Drainase

Anggota DPRD Gianyar, I Nyoman Kandel asal Payangan memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut.

Kata dia, agar Nyepi Kasa bisa berjalan baik, memang dibutuhkan jalan alternatif.

Karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Gianyar.

Di mana pihaknya mendorong agar Dinas PU segera  menyelesaikan perbaikan jalan alternatif Buahan-Satung-Susut.

"Sebenarnya ada jalan alternatif, tapi tidak bisa dilalui. Sebab selain jalan yang rusak, konturnya juga terjal dan curam. Ini mesti diprioritaskan, sehingga aktivitas masyarakat setiap perayaan Nyepi Kasa di Desa Adat Buahan tidak terganggu."

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved