Breaking News:

Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok Capai Rp 16 Miliar Sebulan, Sopir Truk Mengeluh

Berdasarkan data dari pihak pelabuhan yang diterima Ilhamsyah, 12.000 truk barang itu beroperasi 24 jam sehari baik di dalam maupun luar pelabuhan.

Editor: DionDBPutra
kontan.co.id
Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Para sopir truk yang beroperasi di kawasan pelabuhan ini setiap hari dihantui aaksi pungutan liar yang menjamur dari jalan raya hingga ke dalam area dermaga. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Para sopir truk di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, setiap hari dihantui pelaku pungutan liar (pungli) yang menjamur dari jalan raya hingga ke dalam area dermaga.

Dalam sekali perjalanan, seorang sopir truk bisa mengeluarkan uang Rp 45.000 untuk pelaku pungli tersebut.

Dewan Penasihat Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI), Ilhamsyah menjabarkan, jumlah kendaraan besar angkutan barang yang setiap hari mengaspal di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 12.000 unit.

Berdasarkan data dari pihak pelabuhan yang diterima Ilhamsyah, 12.000 truk barang itu beroperasi 24 jam sehari baik di dalam maupun luar kawasan pelabuhan.

Baca juga: UPP Saber Pungli Bali Sidak ke Pelabuhan Padangbai, Sikapi Oknum Petugas yang Lakukan Pungutan Liar

Baca juga: Hindari Pungutan Liar di Masyarakat, Badung Gelar Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar 

Ilhamsyah menghitung, dengan jumlah tersebut, akumulasi uang yang dikeluarkan para sopir untuk membayar pungli mencapai Rp 540 juta setiap hari.

"Kita coba kalkulasi saja, dulu saya dapat data dari pelabuhan, rata-rata mobil truk trailer yang keluar masuk Tanjung Priok itu dalam sehari bisa mencapai 12.000 kendaraan," kata Ilhamsyah di Kantor Sekretariat FBTPI, Jumat 11 Juni 2021.

"Artinya kalau dalam sehari, 12.000 kendaraan dikali Rp 45.000, itu bisa sampai Rp 540 juta akumulasi uang yang dikeluarkan para sopir untuk bayar pungli," sambungnya.

Itu berarti, uang yang dikeluarkan para sopir truk untuk membayar pungli di sekitaran Pelabuhan Tanjung Priok mencapai Rp 16,2 miliar dalam satu bulan.

"Kalau seandainya kita hitung dalam satu bulan, Rp 540 juta kita kali 30, artinya itu bisa mencapai Rp 16,2 miliar," tegas Ilhamsyah.

Uang Rp 45.000 yang dikeluarkan sopir truk terbagi ke beberapa titik pungutan liar. Dari garasi-garasi mengarah ke pelabuhan, para sopir truk akan menemui pak ogah yang meminta-minta uang di persimpangan jalan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved