Breaking News:

Setelah Dikudeta Kini Aung San Suu Kyi Dituntut Kasus Dugaan Korupsi Oleh Militer Myanmar

Sebelumnya Suu Kyi dan mantan presiden Win Myint telah dipindahkan oleh Militer Myanmar dari tempat tinggal mereka di ibu kota.

pcrc.org
Aung San Suu Kyi 

TRIBUN-BALI.COM, YANGOON - Setelah dikudeta, kini pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi dan pejabat lainnya dituntut Junta Militer Myanmar atas kasus dugaan korupsi. 

Menurut Kementrian Informasi Myanmar, Komisi Antikorupsi telah memeriksa kasus korupsi terhadap mantan  penasihat negara Daw Aung San Suu Kyi.

"Dia dinyatakan bersalah melakukan korupsi menggunakan pangkatnya," tambah pernyataan itu, dikutip dari Bloomberg pada Kamis (10/6/2021)

Sebelumnya Suu Kyi dan mantan presiden Win Myint telah dipindahkan oleh Militer Myanmar dari tempat tinggal mereka di ibu kota.

Sampai saat ini, keberadaan keduanya belum diketahui.

Menurut laporan Reuters dari Global New Light of Myanmar, dugaan korupsi ini merupakan tuntutan baru yang dituduhkan kepada Suu Kyi.

Sebelumnya, junta militer telah menuntut Suu Kyi dengan berbagai kasus lainnya.

Diketahui Aung San Suu Kyi dilengserkan oleh militer Myanmar pada 1 Februari lalu.

Global New Light of Myanmar mengutip Komisi Pemberantasan Korupsi, yang mengatakan tuduhan korupsi itu terkait penyalahgunaan tanah untuk yayasan amal Daw Khin Kyi pimpinannya.

Dikatakan berkas kasus telah dibuka terhadap Suu Kyi dan beberapa pejabat lainnya pada Rabu.

"Dia dinyatakan bersalah melakukan korupsi menggunakan pangkatnya."

"Jadi dia didakwa berdasarkan UU Antikorupsi pasal 55," lapor surat kabar Global New Light of Myanmar.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menuduh Aung San Suu Kyi menerima USD 600.000 dan emas dari mantan kepala menteri wilayah Yangon.

Menurut undang-undang ini, mereka yang bersalah terancam hukuman penjara hingga 15 tahun.

Kasus-kasus yang telah dihadapi Suu Kyi berkisar dari kepemilikan ilegal radio walkie-talkie hingga melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi.

Para pendukungnya mengatakan kasus-kasus itu bermotif politik.

Junta militer menggulingkan Suu Kyi karena partainya dianggap curang dalam pemilu November lalu.

Tuduhan ini sebelumnya telah disangkal komisi pemilihan dan pihak pemantau internasional.

Sejak kudeta dimulai, kondisi Myanmar semakin memprihatinkan.

Warga pro-pemerintah terus melakukan demonstrasi meskipun banyak di antara mereka yang ditangkap aparat.

Lebih dari 850 orang telah tewas dalam tindakan keras aparat menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.

Menurut Al Jazeera, Suu Kyi akan diadili pada Senin mendatang.

Pengacara Suu Kyi, Khin Maung Zaw, menyangkal tuduhan korupsi dan menyebutnya tidak masuk akal.

"Ada latar belakang politik yang tidak dapat disangkal untuk menjauhkannya dari panggung negara dan mencoreng prestisenya," katanya kepada AFP.

"Itulah salah satu alasan untuk menuntutnya untuk menjauhkannya dari tempat kejadian."

Suu Kyi menghabiskan lebih dari 15 tahun di bawah tahanan rumah selama pemerintahan militer sebelumnya hingga akhirnya dibebaskan pada 2010.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Junta Militer Myanmar Tuntut Aung San Suu Kyi atas Dugaan Korupsi: Dia Dinyatakan Bersalah

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved