Breaking News:

Berita Bangli

Penyumbang 13 Persen Produk Perikanan Se-Bali, Konsumsi Ikan Masyarakat Bangli justru Masih Rendah

Tingkat konsumsi ikan masyarakat Bangli per tahun masih jauh dari target nasional. Kondisi ini cukup ironis, mengingat Bangli merupakan penyumbang 13

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Putri Suastini Koster ketika menghadiri acara gemar makan ikan (gemarikan) di Kelurahan Cempaga Bangli, Jumat 11 Juni 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Tingkat konsumsi ikan masyarakat Bangli per tahun masih jauh dari target nasional.

Kondisi ini cukup ironis, mengingat Bangli merupakan penyumbang 13 persen produk perikanan budidaya se Provinsi Bali. 

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma membenarkan rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat Bangli.

Di mana berdasarkan hasil survei nasional terhadap tingkat asupan gizi masyarakat di Bangli tahun 2020, konsumsi ikan masyarakat Bangli hanya 30,66 kilogram per kapita per tahun.

Jumlah ini lebih rendah dibandingkan tingkat konsumsi ikan di provinsi yang 34 kilogram lebih per tahun.

Baca juga: 50 Anggota Polres Bangli Ngayah di Pura Kehen Bangli

"Kalau 30,66 kilogram per kapita per tahun, berarti rata-rata masyarakat Bangli hanya mengkonsumsi 30 kilogram ikan per tahun. Padahal idealnya adalah 54 kilogram per tahun," ujarnya Jumat 11 Juni 2021.

Memang, dari hasil survei diketahui adanya peningkatan konsumsi ikan di Bangli antara tahun 2019 dan 2020.

Namun peningkatan ini tidak terlalu signifikan, karena hanya meningkat satu digit.

"Tahun 2019 lalu hanya 29 persen lebih. Kemungkinan ada pengaruh pandemi corona yang berdampak pada ekonomi masyarakat, sehingga menurunkan daya beli," ucapnya.  

Sarma mengungkapkan, sejatinya produksi perikanan budidaya di Bangli tidaklah kurang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved