Breaking News:

Berita Bali

Persiapan Pembukaan Pariwisata Bali Untuk Wisman 90 Persen, Cok Ace: Mudah-Mudahan Tak Ada Perubahan

Cok Ace berharap bulan Juli nanti tidak ada perubahan jadwal untuk Bali dapat kembali membuka pariwisata untuk wisatawan mancanegara.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Ragil Armando
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pembukaan Pariwisata Bali Untuk Wisatawan Mancanegara, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyampaikan ucapan terima kasih karena diberi kesempatan untuk studi banding ke Bintan.

Dari studi banding itu, Wagub Bali Cok Ace mengaku mendapatkan banyak hal-hal yang telah diperoleh, dan hal-hal yang baru.

Dan ada beberapa hal baru yang kami duplikat langsung ada juga beberapa hal yang harus kami sesuaikan untuk di Bali.

Cok Ace berharap bulan Juli nanti tidak ada perubahan jadwal untuk Bali dapat kembali membuka pariwisata untuk wisatawan mancanegara.

Jelang Dibukanya Pariwisata Bali, Dispar Badung Catat Ada 661 Sarana dan Sarana Penunjang

Progres Pembukaan Pariwisata Bali untuk Wisman Capai 90%, Menparekraf Optimis Dibuka Juli, Benarkah?

"Mudah-mudahan bulan Juli tidak ada perubahan jadwal untuk bisa diberikan kesempatan kami mengalungkan bunga pertama kepada wisatawan yang datang ke Bali. Kita lihat perkembangan selanjutnya, kita coba dulu dengan hal yang kecil kalau nantinya semua lancar nanti kita tingkatkan lagi," ungkap Wagub Bali, Jumat 11 Juni 2021.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan mengenai alur  kedatangan wisman di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali garda terdepannya adalah petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar.

"Begitu turun di Bandara (Bali Airport) tentu garda terdepan itu adalah KKP. Sebelum diterima KKP itu sama travel agen terlebih dahulu mereka harus membriefing bahwa wisatawan yang mau ke Bali harus mengisi e-HAC," kata Putu Astawa.

Kemudian dilakukan pengecekan suhu tubuh, jika ada penumpang yang suhunya lebih dari 37,3 derajat celcius akan ada penanganan khusus untuk tahapan selanjutnya.

Kalau dibawah 37,3 derajat celcius, selanjutnya ke tahapan selanjutnya yaitu pengambilan tes PCR dan lokasi tes PCR sudah disiapkan sebanyak 20 ruangan masih didalam terminal kedatangan internasional sebelum memasuki pengecekan keimigrasian.

Setelah proses imigrasi kemudian mengambil bagasi dilanjutkan dengan bea cukai, baru keluar pintu terminal kedatangan internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

"Penumpang akan dijemput oleh taksi yang khusus sudah CHSE selanjutnya diantarkan ke hotel yang telah dipesan wisman itu. Jika hasil PCR nya positif dia akan kita bawa ke Rumah Sakit, dan jika negatif baru dia bisa langsung mendapatkan surat keterangan dari KKP bahwa mereka itu sehat dan bolehlah pergi ke green zone. Ini yang coba kita ajukan konsepnya, jadi wisatawan yang datang itu bisa yang sudah vaksin atau yang belum vaksin," papar Kadispar Bali Putu Astawa.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved