Breaking News:

China

China Dicurigai Operasikan 50 Laboratorium Rahasia yang Produksi Senjata Biologis

Dbalik laboratorium rahasia China muncul ketika pertanyaan terus berkembang tentang kemungkinan asal-usul Covid-19 bocor dari laboratorium di Wuhan.

Editor: DionDBPutra
AFP/HECTOR RETAMAL
Foto yang diambil pada 17 April 2020 menunjukkan bangunan laboratorium P4 di Institut Virologi Wuhan, Provinsi Hubei, China. 

TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON DC- Kabar mengejutkan datang dari China. Negeri itu dicurigai telah mengoperasikan 50 laboratorium secara diam-diam untuk meneliti dan memproduksi senjata biologis.

Para ilmuwan di negara yang luasnya 9,6 juta km persegi ini dicurigai telah memproduksi "bom bakteri" yang mematikan, menimbulkan patogen mematikan, seperti Anthrax dan mungkin juga Covid-19.

Kecemasan tentang penelitian di balik laboratorium rahasia China muncul ketika pertanyaan terus berkembang tentang kemungkinan asal-usul Covid-19 bocor dari laboratorium di Kota Wuhan.

Baca juga: Teori Kebocoran Covid-19 di Lab Wuhan China Dibahas Dalam KTT G7, WHO Sebut China Belum Transparan

Baca juga: Ancaman 16 Pesawat Militer China di Malaysia Saat Negeri Jiran Dihantam Peningkatan Covid-19

Melansir The Sun Jumat 11 Junu 2021, disebutkan bahwa ada bukti yang menunjukkan Covid-19 mungkin telah direkayasa. Namun, Pemerintah China sudah menyangkal semua tuduhan tersebut.

Kecurigaan pengembangan senjata biologis ( bioweapons ) China datang dari dunia Barat setelah AS mendapatkan sejumlah dokumen.

Dokumen itu menunjukkan bahwa komandan Tentara Pembebasan Rakyat China meyakini perang di masa depan dapat menggunakan senjata biologis.

Dokumen yang bocor itu menyatakan, senjata biologis dan senjata genetik akan menjadi "senjata utama untuk kemenangan" perang. Lalu, dokumen itu disebut menguraikan kondisi sempurna untuk menggunakannya.

Pejabat Departemen Luar Negeri AS telah menyerukan bahaya terhadap China dalam beberapa laporan, yang sebagian rahasia. Pertama dirilis pada April lalu.

Laporan tersebut memperingatkan hubungan dekat antara militer China dan laboratorium sipilnya, menimbulkan kekhawatiran bahwa penelitian biologi dapat "berfungsi ganda".

Laporan AS juga menyatakan, China diyakini memiliki sejarah program bioweapons, yaitu sejenis senjata yang mengandung risin, racun botulinum, serta agen penyebab anthrax, kolera, wabah, dan tularemia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved