Breaking News:

Berita Bali

Bandar Besar Pemasok Ganja di Bali Licin Seperti Belut - Dikirim dari Medan, Harga Jual 3 Kali Lipat

Bandar Besar Pemasok Ganja di Bali Licin Seperti Belut - Dikirim dari Medan, Harga Jual 3 Kali Lipat

Tribun Bali/Adrian
BNNP Bali menggagalkan masuknya 44 kilogram ganja yang diangkut sebuah truk ekspedisi di Terminal Mengwi, Badung, Bali, pada Senin 14 Juni 2021 dini hari.  

"Kami sedang mendalami dan menelusuri jaringan yang ada di Bali," kata dia 

Distribusi Ganja Lewat Jalur Darat
Dalam pengungkapan penyelundupan ganja tersebut, BNNP Bali bekerja sama dengan Direktorat Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNN RI, untuk menyanggong atau mengawal truk pembawa 44 kilogram ganja itu dari saat masuk ke Jawa hingga masuk Bali.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali, Puti Agus Arjaya mengatakan distribusi pemasokan ganja dari Sumatra ke Bali memang biasa dilakukan melalui jalur darat.

"Peredaran ganja dari Sumareta ke Bali sebagian besar lewat jalur darat. Jadi memang Aceh yang dikenal sebagai daerah yang subur untuk penanaman untuk dipasok ke dareah lain seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan lain sebagainya," beber dia.

Baca juga: Amankan 44 Kg Ganja dari Medan, Kepala BNNP Sebut 20.000 Orang Bali Terselamatkan

44 kilogram ganja itu, kata Arjaya bakal dijual dan diedarkan di Bali yang menjadi pangsa pasar besar narkoba jenis ganja.

Terlebih pada masa pandemi kasus peredaran narkoba jenis ganja cenderung mengalami peningkatan.

"44 kilogram ganja itu untuk dijual dan diedarkan di Bali, karena pangsa pasar ganja banyak terlebih pada masa pandemi Covid-19, dari yang dilakukan pengungkapan BNNP Bali menunjukkan indikator peningkatan terutama banyak peredaran dilakukan oleh seniman, musisi, pelatih surfing, EO, seniman tatto dimungkinkan karena pandemi tidak kerja merangkap menjadi pengedar," kata dia.

Penggagalan penyelundupan ganja tersebut diklaim bisa menyelamatkan hingga 20 ribu pemakai.

"Barang tersebut bisa menyelamatkan sekitar 20.000 pemakai. Tentunya kita tidak tinggal diam, bersama dengan jajaran aparat penegak hukum lainnya, walaupun pandemi, kita monitor lebih meningkatkan pengawasan jangan samapi barang itu beredar masuk ke Bali," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved