Breaking News:

Berita Bali

Ketar-ketir Perbekel dan Perangkat Desa di Gianyar, Belum Gajian Sejak 2 Bulan Terakhir

Ketar-ketir Perbekel dan Perangkat Desa di Gianyar, Belum Gajian Sejak 2 Bulan Terakhir

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Widyartha Suryawan
KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Ilustrasi - Ketar-ketir Perbekel dan Perangkat Desa di Gianyar, Belum Gajian Sejak 2 Bulan Terakhir. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Krisis pendapatan yang dialami Pemerintah Kabupaten Gianyar, kini telah merambat ke berbagai hal, termasuk gaji.

Kabarnya, saat ini para perbekel (kepala desa) dan perangkat desa di Kabupaten Gianyar belum menerima gaji sejak dua bulan terakhir.

Adapun sumber gaji para perbekel berasal dari dana alokasi dana desa (ADD).

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, Senin 14 Juni 2021, sejumlah perbekel di Kabupaten Gianyar saat ini mulai katar-ketir.

Padahal, biaya operasional perbekel cukup tinggi, khususnya saat hendak menghadiri undangan masyarakat di bidang acara keagamaan.

Memang selama ini, demi menjaga kewibawaan, para pejabat di Bali termasuk perbekel kerap memberikan sesuatu pada warga yang mengundang.

"Biaya operasional tinggi. Saya sebagai perbekel selalu mendapat undangan manusa atau pitra yadnya. Kalau memenuhi undangan kan tidak dengan tangan kosong," ujar seorang perbekel yang enggan disebutkan namanya, Senin 14 Juni 2021.

Namun para perbekel tersebut masih bisa memahami kondisi keuangan daerah saat ini.

Baca juga: Merajut Harapan Pariwisata Buka Bulan Juli, Rugi Besar Jika Pembukaan Pariwisata Bali Batal

Tak hanya perbekel, yang paling merasakan dampak tidak gajian ini adalah para perangkat desa.

"Kalau perbekel sih masih bisa lah bertahan, yang kasihan itu kan perangkat desa," ujar sumber tadi. 

Meskipun demikian, hingga saat ini persoalan tersebut belum berdampak terhadap kinerja.

"Pelayanan tetap berjalan seperti biasa, jam kerja juga normal seperti biasa. Kami memaklumi kalau kondisi keuangan Pemkab dalam kondisi drop, namun kami tetap berharap agar persoalan gaji bisa dituntaskan karena menyangkut perut," tandasnya.

Kadis PMD Gianyar, Ngakan Ngurah Adi tidak menampik persoalan tersebut.

Kata dia, hal ini tak terlepas dari kondisi pendapatan. Ngakan menyebut pihaknya hanya bisa memfasilitasi. 

"Terakhir yang ditransfer ke rekening desa awal Juni, itu untuk pembayaran gaji bulan sebelumnya. Kondisi ini bukan hanya kita yang mengalami, tapi karena pandemi, semuanya juga sama. Karena itu, harus saling memahami," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved