Corona di Bali

Realisasi Vaksinasi di Jembrana Hanya 42 Persen, Bupati Tamba Akan Terapkan Reward dan Punishment

Data yang disampaikan Dinas Kesehatan Jembrana, hingga 14 juni 2021, masyarakat Jembrana yang sudah tervaksin sebanyak 96.327 orang.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi vaksin Covid-19 - Realisasi Vaksinasi di Jembrana Hanya 42 Persen, Bupati Tamba Akan Terapkan Reward dan Punishment 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Data yang disampaikan Dinas Kesehatan Jembrana, hingga 14 juni 2021, masyarakat Jembrana yang sudah tervaksin sebanyak 96.327 orang.

Jumlah itu untuk vaksinasi pada dosis pertama.

Sementara target sasaran sebanyak 224 983 sesuai jumlah ditetapkan provinsi. 

Artinya saat ini vaksinasi di Jembrana baru tercapai 42,82 persen.

Realisasi yang masih jauh dari harapan itu menimbulkan kekecewaan dari Bupati Jembrana I Nengah Tamba.

Baca juga: Kejar 5 Persen Menuju Herd Immunity, Pemkot Denpasar Vaksin 1.000 Driver Ojol

Bupati Tamba mengungkapkan kekecewaannya itu di hadapan pimpinan OPD serta camat saat memimpin rapat evaluasi.

Tamba mengaku, angka itu masih jauh dari harapan.

Bupati ingin mencari tahu penyebab dan kendalanya sehingga target belum tercapai.

“Apakah kesadaran masyarakat yang rendah akan pentingnya vaksinasi atau justru sosialisasi yang masih kurang. Nah ini perlu dibenahi,” ucapnya, Selasa 15 Juni 2021.

Dengan waktu tersisa 37 hari hingga target ditetapkan satgas covid-19 provinsi Bali berakhir pada 31 Juli, Bupati ingin semua lini dimaksimalkan.

Baca juga: Klungkung Kembali Terima 1.250 Dosis Vaksin Covid-19

Termasuk akan memberikan sistem reward dan punishment untuk mendorong percepatan target

“Realisasi kita masih kecil sekali. Saya sudah dorong kepada camat dan kepala desa untuk banyak turun ke masyarakat. Berikan mereka pengertian apa manfaat vaksin itu."

"Termasuk sistem reward dan punishment kalau ada yang tidak kerja. Bisa berupa penundaan pembayaran penghasilan tetap kepada pegawai, menunda transfer dana ke desa yang serapan vaksinasinya kecil, serta penundaan layanan administrasi kepada masyarakat yang menolak divaksin sesuai amanat perpres presiden,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jembrana dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwatha mengatakan dengan sisa waktu 38 hari kerja, pihaknya menargetkan cakupan vaksinasi bisa tercapai 3 ribu orang per hari.

Baca juga: Target Vaksinasi Rampung Juli 2021, Koster Mohon ke Presiden Jokowi Tambahan 3 Juta Vaksin Covid-19

 Sementara saat ini, pihaknya baru mampu  melaksanakan vaksinasi rata rata sebanyak 2556 per hari.

Dari data sendiri, sebanyak 128. 656 warga belum tervaksin dari target total sejumlah 224 983 orang.

"Kita akan optimalkan cakupan target vaksinasi perhari, baik difaskes faskes yang melayani vaksinasi maupun sasaran langsung kemasyarakat. Tentunya perlu  dukungan bersama  menghadirkan masyarakat ke pos pos vaksinasi," jelasnya.

Baca juga: Bangli Dapat Tambahan Vaksin Covid-19 Sebanyak 15 Ribu Dosis

Terkait penanganan covid-19 di Jembrana, Parwatha menjelaskan sejak kasus pertama covid-19 ditemukan di Jembrana, secara kumulatif total jumlah kasus  sebanyak 2347 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 96, 16 persen sudah dinyatakan sembuh atau 2253 warga .

Sementara untuk kasus meninggal dalam kondisi terpapar covid -19 sebanyak 78 orang atau 3,3 persen. (*)

 Berita lainnya di Vaksinasi Covid di Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved