Kiat Tribun Bali
Temuan Ilmiah: Ini 3 Ciri Orang-Orang Hebat Dunia, Salah-satunya Suka Menunda
Setidaknya ada tiga kualitas mengejutkan yang dimiliki oleh orang-orang hebat dunia, yang menghasilkan karya orisinal dan inovatif. Berikut ini ciri-
Penulis: Sunarko | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM - Dalam bukunya yang berjudul Originals, Adam Grant mengulas tentang ciri-ciri dari orang-orang hebat dunia, yang menghasilkan karya-karya besar.
Menurut profesor muda di Wharton Business School di University of Pennsylvania, Amerika Serikat ini, setidaknya ada tiga kualitas mengejutkan yang dimiliki oleh orang-orang hebat dunia, yang menghasilkan karya orisinal dan inovatif.
Berikut ini ciri-ciri mereka:
1. Sedikit gemar menunda-nunda (moderate procrastinator)
Dijelaskan, orang yang bergegas menyelesaikan tugas dengan cepat, biasanya performa dan prestasinya bagus; namun mereka tidak menciptakan terobosan baru.
Sedangkan para inovator biasanya memulai sesuatu dengan cepat, tetapi cenderung menyelesaikannya dengan agak lambat.
Mereka kreatif, karena saat menunda pekerjaan yang telah dimulainya, itu berarti dia mempunyai cukup waktu untuk memikirkan ide-ide baru.
Itu sebagaimana ungkapan penulis skenario terkenal, Aaron Sorkin, yang berbunyi “You call it proscrastinating, I call it thinking”.
Artinya: orang lain menyebutnya menunda-nunda, padahal saya menyebutnya sedang berpikir.
Baca juga: Riset Ilmiah: 4 Hal Ini Paling Bisa Prediksi Apakah Pernikahan Akan Jadi Bahagia, Derita Atau Cerai
Adam Grant mencontohkan Leonardo Da Vinci, yang menyelesaikan hanya satu lukisan saja.
Lukisan tersebut kemudian dianggap sebagai salah-satu lukisan paling terkenal di dunia.
Anda tahu lukisan apa yang dimaksud?
Iya, lukisan Monalisa, yang diselesaikan dalam waktu 16 tahun.
2. Takut dan meragukan idenya, tapi tidak meragukan dirinya
Para inovator juga merasakan takut dan ragu seperti kebanyakan orang.
Namun, mereka hanya meragukan idenya, bukan meragukan kemampuan dirinya.
Mereka takut gagal, tetapi tetap jalan.
Contohnya, Elon Musk tidak pernah berharap proyek mobil listrik Tesla dan penerbangan pertama luar angkasa SpaceX akan berhasil.
Ia dibayangi ketakutan rugi jutaan dolar.
Tetapi, tetap saja ia melakukannya, karena merasa proyek itu terlalu penting untuk tidak dicoba.
Intinya, para inovator takut gagal juga serta dipenuhi keraguan.
Tetapi, mereka lebih takut menyesal karena tidak mencoba.
Baca juga: Inilah 6 Tanda Si Dia Tidak Jujur Pada Anda
Pada akhirnya, kita memang akan lebih banyak menyesali sesuatu yang tidak kita lakukan daripada sesuatu yang gagal kita lakukan.
Seperti kata Nelson Mandela, bapak bangsa Afrika Selatan: para pemberani (seperti halnya inovator), bukanlah orang yang tidak merasakan takut.
Mereka juga takut, tapi sanggup mengatasinya.
3. Memiliki banyak ide bodoh
Para inovator bisa melahirkan karya cemerlang setelah banyak melahirkan ide-ide bodoh, yang itu jelek atau gagal.
Sebaliknya, orang kebanyakan biasanya khawatir idenya dibilang bodoh, sehingga sudah takut duluan untuk berkreasi dan akhirnya dia memang terhindar dari risiko dipermalukan.
Tapi, mereka jadi tidak pernah mampu menghasilkan karya monumental.
Komposer musik klasik legendaris seperti Bach, Beethoven dan Mozart dikenang karena karya-karya monumentalnya.
Tapi karya-karya itu lahir, karena mereka sempat menghasilkan 400 hingga 600 komposisi musik yang “biasa-biasa saja”.
Thomas Alfa Edison konon memiliki 1.000 hak paten, tapi kebanyakan temuannya tidak penting dan diabaikan banyak orang.
Namun, beberapa karyanya mampu mengubah dunia. Salah-satunya adalah penemuan awal bola lampu listrik.
Ingat, untuk menemukan 1 gram emas, para penambang harus mengayak ratusan kilogram batu.(*)
Artikel ini merangkum dari tulisan di buku “Millenial Excellent” karya Ahmad Faiz Zainuddin, terbitan Afzan Publishing; cetakan pertama September 2019.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tangga-sukses-1.jpg)