Breaking News:

Berita Denpasar

Berkas Kasus Korupsi Kredit KUR di Bank BUMN Dilimpahkan, Gede Subamia Segera Diadili di PN Denpasar

 Ini setelah pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung melimpahkan berkasnya ke Pengadilan Tipikor Denpasar.

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
KOMPAS.com
ilustrasi korupsi - Berkas Kasus Korupsi Kredit KUR di Bank BUMN Dilimpahkan, Gede Subamia Segera Diadili di PN Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Tersangka dugaan korupsi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) salah satu bank BUMN di Kuta Utara, Badung, Ida Bagus Gede Subamia (33) akan segera didudukkan sebagai pesakitan di Pengadilan Tipikor Denpasar.

 Ini setelah pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung melimpahkan berkasnya ke Pengadilan Tipikor Denpasar.

Tersangka Ida Bagus GS sendiri kini masih mendekam di Lapas Kelas II A Kerobokan, Badung.

"Tersangka dan barang bukti kami limpahkan ke pengadilan.

Baca juga: Pendapatan Naik Tapi Laba Malah Turun, Dewan Denpasar Cecar Perumda Tirta Sewaka Dharma

Selanjutnya tinggal menunggu jadwal sidang pertama," terang Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Badung, Dewa Arya Lanang Raharja, Rabu, 16 Juni 2021.

Ditanya pasal yang disangkakan, Lanang menyebut tersangka didakwa dengan tiga pasal sekaligus.

 Yakni Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 8 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Dimana dari pasal tersebut, tersangka terancam pidana maksimal 20 tahun penjara.

Pula, tersangka diharuskan membayar uang pengganti kerugian negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 UU Tipikor. Kerugian dalam kasus ini mencapai ratusan juta rupiah.

"Sesuai hasil penyidikan, kerugian negara Rp 800 jutaan," ungkap jaksa asal Buleleng itu.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Badung menetapkan Ida Bagus Gede Subamia sebagai tersangka sekaligus melakukan penahanan. 

Ida Bagus Gede Subamia ditetap sebagai tersangka dan ditahan terkait tindak pidana korupsi di bank plat merah tempat ia bekerja.

Tersangka yang bekerja pada bagian marketing dan mengurus kredit ini menilep dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan nilai kerugian sekitar Rp 1 miliar.

Terungkap, uang hasil korupsi digunakan oleh tersangka untuk judi online dan memenuhi kebutuhan pribadinya. (*)

Artikel lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved