Breaking News:

Berita Bali

Dorong Inovasi & Diversifikasi Produk Hadapi Pasar, Disperindag Bali Gembleng Pande Besi di Gianyar

Kegiatan yang menyasar sekitar 30 orang pengrajin pande besi tersebut, diharapkan pula mampu menumbuhkan jiwa wirausaha sekaligus menciptakan sentra

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali melaksanakan Bimbingan teknis (Bimtek) Desain dan Diversifikasi Produk Pande Besi yang diadakan di Br. Sidan Kelod, Desa Sidan, Kabupaten Gianyar. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Untuk meningkatkan kualitas produk serta memperkaya desain dari produk kerajinan, khususnya kerajinan pande besi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali melaksanakan Bimbingan teknis (Bimtek) Desain dan Diversifikasi Produk Pande Besi yang diadakan di Br. Sidan Kelod, Desa Sidan, Kabupaten Gianyar.

Kegiatan yang menyasar sekitar 30 orang pengrajin pande besi tersebut, diharapkan pula mampu menumbuhkan jiwa wirausaha sekaligus menciptakan sentra-sentra baru kerajinan di Pulau Dewata.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, I Wayan Jarta dalam pembukaan Bimtek yang diselenggarakan pada 14-18 Juni 2021 tersebut menekankan bahwa standar mutu produk adalah hal yang mutlak diperlukan dewasa ini ditengah persaingan baik dalam di dalam dan luar negeri.

“Standar mutu bukanlah sekedar nilai tambah, tapi juga suatu prasyarat bagi sebuah produk untuk dapat masuk dan diterima pasar,” tandas Jarta, Rabu 16 Juni 2021.

Baca juga: Ditarget Capai Herd Immunity, Berikut Jumlah Masyarakat Bali yang Sudah Jalani Vaksinasi Covid-19

Terlebih menurutnya, semakin tinggi pula kesadaran konsumen akan pilihan-pilihan suatu produk yang akan dibeli menyebabkan standar kualitas menjadi amat penting di mata konsumen saat ini.

Pun  demikian, dengan kerajinan pande besi yang sudah menjadi warisan turun-temurun dari zaman Bali kuno yang hingga kini masih tersebar keberadaannya di kawasan pedesaan di seantero Bali.

 “Daerah-daerah sentra kerajinan pande besi telah memberikan sumbangan yang esensial bagi pelestarian identitas budaya bangsa.

Produk – produk kerajinan pande besi yang diproduksi seperti alat rumah tangga, pertanian, kegiatan adat dan keagamaan kedepannya diharapkan mampu diproduksi sesuai dengan kebutuhan pasar,” cetusnya.

Jarta juga berharap dilaksanakannya Bimtek yang mengundang pula para pengajar atau instruktur berpengalaman tersebut bisa memberikan materi dan cara-cara untuk pembuatan desain yang inovatif, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas produk kerajinan pande besi.

“Produk kerajinan yang baik, yang sesuai dengan  selera pasar sehingga produknya mampu bersaing dan mampu meningkatkan pendapatan para pengrajin," tutupnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved