Breaking News:

Sponsored Content

Eksekutif Paparkan Rencana Perubahan Status PDAM Bangli menjadi Perumda

Pihak eksekutif memberikan pemaparan terharap rencana perubahan status PDAM menjadi Perusahaan Umum Daerah

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar saat menyerahkan jawaban eksekutif atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Bangli, kepada ketua DPRD Bangli. Selasa 15 Juni 2021 - Eksekutif Paparkan Rencana Perubahan Status PDAM Bangli menjadi Perumda 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pihak eksekutif memberikan pemaparan terharap rencana perubahan status PDAM menjadi Perusahaan Umum Daerah.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Paripurna dengan agenda jawaban eksekutif atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Bangli, Selasa 15 Juni 2021.

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika dan Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles.

Sedangkan dari pihak eksektif dihadiri oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar.

Baca juga: Pariwisata Lumpuh Imbas Pandemi, PDAM Denpasar Kehilangan Rp 2 Miliar per Bulan

Dari empat fraksi yang memberikan pemandandangan umum, pihak eksekutif hanya fokus menjawab pemandangan umum dari Fraksi Golkar serta Fraksi Restorasi Hati Nurani yang merupakan gabungan fraksi, antara Partai Nasdem dan Hanura.

Di mana salah satu yang menjadi pemandangan adalah ranperda tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Danu Amertha.

Pada kesempatan itu, Wayan Diar menjelaskan, bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), selama ini dianggap masih belum memiliki etos kerja, terlalu birokratis, inefisien, kurang memiliki orientasi pasar, tidak memiliki reputasi yang baik, ketidakjelasan profit, namun di sisi lain dituntut memiliki fungsi sosial terhadap masyarakat.

Hal ini menyebabkan BUMD tidak fokus terhadap misi utamanya.

“Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Danu Amertha sebagai BUMD di Kabupaten Bangli didirikan dengan tujuan untuk memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah pada umumnya, menyelenggarakan pemanfaatan umum berupa penyediaan air bersih yang bermutu bagi pemenuhan hajat hidup masyarakat sesuai kondisi, karakteristik, dan potensi daerah berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik,” jelasnya.

Disebutkan pula, untuk mendukung optimalisasi perusahaan diperlukan beberapa langkah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved