Berita Bali

Produksi VCO Oleh Masyarakat Bali Masih Mengabaikan Kualitas

Produksi Virgin Coconut Oil (VCO) selama ini masih cenderung mengabaikan kualitas.

Istimewa
Koordinator Tim Program Kemitraan Masyarakat, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa Ir. I Wayan Sudiarta, M.P - Produksi VCO Oleh Masyarakat Bali Masih Mengabaikan Kualitas 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Produksi Virgin Coconut Oil (VCO) selama ini masih cenderung mengabaikan kualitas.

Buktinya kualitas VCO yang dihasilkan dalam setiap produksi tidak konstan, akibat pemilihan bahan baku yang tidak disertai dengan sortasi yang baik.

Penilaian tersebut disampaikan Koordinator Tim Program Kemitraan Masyarakat, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, Ir. I Wayan Sudiarta, M.P, setelah melakukan pendampingan pada kelompok Belajar Usaha (KBU) Sari Nadhi di Banjar Bedauh Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali.

“Karena diolah dengan cara yang tidak efisien dan dengan alat-alat sederhana sehingga produk yang dihasilkan kapasitasnya kecil, sehingga tidak mampu memenuhi permintaan pelanggan” kata Sudiarta didampingi anggota tim Ir. A. A. Made Semariyani, M.Si dan Ir. I Gusti Ngurah Sugiana, M.MA saat di konfirmasi di Denpasar pada Selasa 15 Juni 2021.

Baca juga: 5 Bahan Alami yang Ampuh Mencegah Rambut Rontok, Minyak Kelapa hingga Telur

Menurutnya, kualitas VCO yang dihasilkan belum konstan salah satunya akibat alat-alat yang digunakan masih sederhana.

Dampaknya produk yang dihasilkan kapasitasnya kecil, sehingga tidak mampu memenuhi permintaan pelanggan.

“Meningkatkan kualitas VCO dapat dilakukan dengan menurunkan kadar air, kadar asam lemak bebas dan kadar kotoran VCO, dari aspek pengolahan bisa dilakukan dengan teknik penyaringan bertingkat” papar Sudiarta.

Disamping itu pemasaran produk VCO yang dihasilkan masih terbatas di sekitar Desa, karena produk belum memiliki ijin produk untuk pemasaran yang lebih luas termasuk pemasaran ke apotik, pasar swalayan dan toserba.

Hal ini terjadi karena produsen belum memiliki pengetahuan mengenai pengemasan produk dengan baik, kewirausahaan, dan manajemen pemasaran.

Kandungan minyak buah kelapa cukup tinggi yaitu 34,7%, sehingga berpotensi untuk diolah tidak hanya menjadi minyak kelapa untuk minyak goreng tetapi juga dapat diolah untuk menghasilkan Virgin Coconut Oil (VCO) yang bernilai ekonomis tinggi.

VCO adalah salah satu produk minyak kelapa yang saat ini mempunyai peluang pasar di dalam dan di luar negeri, sering juga di Indonesia disebut minyak kelapa murni.

Berbeda dengan minyak kelapa biasa, VCO prosesnya terkontrol.

Minyak kelapa murni merupakan minyak kelapa yang diperoleh dengan cara pengolahan basah daging buah kelapa atau minyak yang dibuat melalui santan kelapa dan bukan dari kopra.

Minyak kelapa murni memiliki ciri-ciri antara lain berwarna bening dan berbau harum khas minyak kelapa serta mempunyai umur simpan sampai satu tahun.(*).

Baca juga: Ini Bahan-bahan Alami yang Dapat Mencerahkan Kulit Ketiak Anda, Minyak Kelapa hingga Tomat

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved