Breaking News:

Berita Buleleng

Disbud Buleleng Usulakan Lima Objek Untuk Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

Dinas Kebudayaan Buleleng mendaftarkan lima objek untuk ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Dinas Kebudayaan Bali.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Masjid Agung Jami' menjadi salah satu objek yang diusulkan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Dinas Kebudayaan Bali. 

TRIBUN-BALI..COM, SINGARAJA - Dinas Kebudayaan Buleleng mendaftarkan lima objek untuk ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Dinas Kebudayaan Bali.

Lima objek itu diantaranya Bale Gede Nyoman Rai Srimben, Bangunan Masjid Agung Jami', Alquran Kuna yang ada di Masjid Agung Jami', Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Ling Gwan Kiong, serta kantor Gubernur Soenda Ketjil, yang saat ini difungsikan sebagai Kantor Bupati Buleleng.

Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Angga Prasaja ditemui Kamis (17/6/2021) mengatakan, sejatinya ada sekitar 500 objek yang didaftarkan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya, melalui SK Bupati Buleleng.

Namun karena Buleleng sendiri belum memiliki tim ahli cagar budaya, penetapan pun tak dapat dilakukan. 

Tak ingin berlarut-larut, Dinas Kebudayaan Buleleng pun mencoba untuk mengusulkan lima objek diantaranya ke Dinas Kebudayaan Bali, agar dapat ditetapkan sebagai cagar budaya.

Baca juga: Dua Pura di Tabanan Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Berusia Ratusan Tahun & Ada Peninggalan Megalitikum

Lima objek ini menjadi prioritas, karena sudah memiliki dokumen yang lengkap.

Baik dari segi sejarah, hingga surat pernyataan pelestarian cagar budaya dari pihak keluarga, atau pengurus. 

Setelah melakukan pengusulan, tim dari Disbud Bali kata Angga sudah melakukan verifikasi terhadap objek yang diusulkan.

Hasilnya, ada dua objek yang datanya belum dinyatakan lengkap, yakni  Bale Gede Nyoman Rai Srimben dan TITD Ling Gwan Kiong.

Baca juga: Tukad Bubuh dan Cagar Budaya Goa Jepang Klungkung Bisa Diintegrasikan Jadi Wisata Edukasi Sejarah

"Untuk bale Gede, kurang di bagian denah. Sementara TITD Ling Gwan Kiong kurang sejarahnya. Kami akan segera melengkapi data yang kurang itu, sehingga tahun ini lima objek itu dapat ditetapkan sebagai cagar budaya," terangnya. 

Apabila lima objek ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya, Angga menyebut objek tersebut dapat digunakan sebagai tempat wisata sejarah.

"Keluarga atau pengurus objek juga bisa memanfaatkan hasilnya, baik dari segi ekonomi karena akan banyak pengunjung yang datang," ucapnya

Sementara terkait pembentukan tim ahli cagar budaya, diakui Angga hingga saat ini belum dapat dilakukan, mengingat anggaran yang dimiliki dirasionalisasi untuk penanganan Covid-19.

"Mungkin tahun depan bisa dianggarkan, sehingga calon tim ahli ini bisa mengikuti sertifikasi," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved