Breaking News:

Euro 2020

Ketika Penonton Euro2020 Penuhi Stadion Tanpa Masker, Ini Kata Pengamat Mengapa Indonesia Belum Bisa

Penonton Euro 2020 Penuhi Stadion Tanpa Masker, Ini Kata Pengamat Mengapa Indonesia Belum Bisa

BERNADETT SZABO / POOL / AFP
Pendukung Hongaria bersorak untuk tim mereka selama pertandingan sepak bola Grup F UEFA EURO 2020 antara Hongaria dan Portugal di Puskas Arena di Budapest pada 15 Juni 2021. 

TRIBUN-BALI.COM - Setelah setahun nyaris tanpa tontonan, penggemar sepak bola di seluruh dunia akhirnya bisa kembali menikmati ajang Euro 2020.

Inilah gelaran sepak bola terbesar yang berlangsung di tengah upaya keluar dari pandemi Covid-19.

Menariknya, hampir seluruh pertandingan Euro 2020 dihadiri penonton di stadion.

Bahkan, saat pertandingan grup F Euro 2020 antara Hungaria vs Portugal, penonton memenuhi stadion, nyaris tanpa jarak, tanpa masker, sebanyak 67.000 kursi penonton terisi penuh.

Puskas Stadium, yang menjadi venue dari laga tersebut adalah pertandingan pertama yang mengizinkan penonton hadir ke stadion dalam gelaran Euro 2020.

Stadion Puskas Arena, Budapest, Hungaria, hampir penuh oleh suporter kedua tim.

Diketahui, Federasi sepakbola Hungaria mendukung penuh adanya penonton yang hadir ke stadion.

Ini tidak lepas dari peran Perdana Menteri Viktor Orban yang memang menggilai sepakbola.

Ia menjalankan program vaksinasi besar-besaran, tujuannya? agar supporter bisa datang ke stadion.

Viktor Orban juga menilai, adanya supporter yang datang ke stadion akan menaikkan moral timnas Hungaria yang berlaga di Euro 2020.

"Pemerintah tahu Euro akan datang ke Hungaria hanya sekali dan mungkin tidak akan ada di sini selama bertahun-tahun setelahnya," ungkap seorang sumber dikutip dari The Athletic.

Lantas, mengapa Indonesia belum bisa seperti itu?

Atau, layakkah dibandingkan dengan kondisi di Indonesia?

Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dr Tonang Dwi Ardyanto, memberikan pandangannya.

"Kita ini memang suka melihat bagian akhir, tapi jarang melihat proses," ungkapnya dalam program diskusi Overview Tribunnews.com, Kamis (17/6/2021).

Satu faktor yang paling berpengaruh, ungkap Tonang, adalah cakupan vaksinasi.

"Negara-negara di Eropa itu cakupan vaksinasinya sudah tinggi dan terbukti kasusnya sudah turun," ungkapnya.

Seperti Inggris, dicontohkan Tonang, cakupan vaksinasi hampir mencapai 60 persen.

Tonang mengungkapkan, penonton Euro 2020 yang hadir di stadion bukannya tanpa aturan.

Mereka diharuskan membawa bukti sudah mendapat vaksinasi Covid-19 secara komplit.

"Kalau yang tidak, harus tes dulu. Yang masuk itu yang sudah tervaksin jelas maupun terbukti tesnya negatif," ungkap Tonang.

"Jangan dikira semua boleh masuk, tidak. Dan itu juga dibatasi, tidak full seperti dulu," imbuhnya.

Negara-negara di Eropa diketahui wilayahnya tidak sebesar Indonesia.

Sejumlah proses dilalui dalam pandemi, seperti lockdown dan upaya lain.

"Sedangkan kita hanya melihat penonton tanpa masker, tanpa melihat proses," ungkap Tonang.

Tonang menyebut, vaksinasi Covid-19 di Indonesia masih rendah.

"Kita tidak boleh mengambil sisi mung golek nggon penak (hanya enaknya saja), tapi tidak mau melihat bagaimana rekasanya (susahnya), itu harus kita sadari bersama," ungkap Tonang.

Kebut Vaksinasi di Hungaria

Laga Hungaria vs Portugal banyak mengundang tanya, mengapa bisa diselenggarakan tanpa batasan jumlah penonton di stadion?

Dilansir Kompas.com dari Independent, Selasa (15/6/2021), antusiasme fans sepak bola Hungaria menyaksikan Euro 2020 langsung di stadion, dapat terwujud berkat percepatan program vaksinasi yang digulirkan di negara tersebut.

Luasnya cakupan vaksinasi membuat asosiasi sepakbola setempat memberi izin stadion Puskas Arena diisi penuh.

Diketahui populasi penduduk Hungaria 9,8 juta.

Adapun sekitar 5,3 juta warganya telah menerima vaksin Covid-19, sebelum kick-off turnamen Euro 2020 dimulai pada 11 Mei 2021.

Tingginya cakupan vaksinasi itu, disebabkan oleh keputusan berani dari Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, yang menentang aturan Uni Eropa, dengan menggunakan vaksin Rusia serta China untuk mempercepat program vaksinasi Hungaria.

Dalam sebuah kesempatan, Orban mengklaim bahwa vaksin ibarat "rompi antipeluru".

Sementara itu untuk aturan menonton di stadion, warga Hungaria diminta untuk mendapatkan gelang identitas, yang akan menjadi bukti mereka telah divaksin.

Sementara itu, fans dari negara lain yang ingin menyaksikan langsung pertandingan, diwajibkan menunjukkan hasil tes negatif Covid-19, yang diambil 72 jam sebelum pertandingan dimulai.

Vaksinasi di Indonesia

Untuk diketahui, per 17 Juni 2021, warga Indonesia yang sudah mendapat dua dosis vaksin Covid-19 baru mencapai 12 jutaan.

Dikutip dari laman Kemkes.go.id, jumlah tepatnya ialah 12.022.624 orang.

Sedangkan, target vaksinasi ialah 70 persen jumlah penduduk, atau sekitar 182 juta.

Artinya, cakupan vaksinasi Indonesia baru mencapai 6,6 persen dari total target.

(Tribunnews.com/Gilang Putranto, Kompas.com/Jawahir Gustav Rizal)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penonton Euro 2020 di Stadion Sudah Tak Pakai Masker, Mengapa Indonesia Belum Bisa?

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved