Breaking News:

Berita Bali

ASITA Bali Harapkan Durasi Waktu Wisatawan Mancanegara Dikarantina Bisa Kurang dari 5 Hari

Setelah hasilnya menunjukkan bebas dari Covid-19, barulah para wisatawan tersebut diperbolehkan keluar dan berwisata di Bali.

Penulis: Karsiani Putri | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Ketua DPD ASITA Bali, I Ketut Ardana, S.H., 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rencananya pada Juli 2021, Pariwisata Bali akan dibuka dan nantinya Pemerintah akan menerapkan beberapa skema terkait kedatangan wisatawan mancanegara (wisman).

Salah satunya adalah dengan melakukan pemeriksaan PCR untuk wisatawan yang berkunjung ke Bali dan nantinya setelah hari kelima menjalani karantina, para wisatawan tersebut akan dilakukan evaluasi kembali.

Setelah hasilnya menunjukkan bebas dari Covid-19, barulah para wisatawan tersebut diperbolehkan keluar dan berwisata di Bali.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD ASITA Bali,  I Ketut Ardana, SH., menjelaskan bahwa pihaknya tentu menginginkan waktu karantina dapat  kurang dari 5 hari atau mungkin 2 hari saja.

Baca juga: Pariwisata Bali Akan Dibuka Juli Mendatang, Wisman Wajib Karantina 5 Hari

"Kenapa karena untuk wisman dari negara ASEAN, mereka length of stay-nya hanya 4H/3M, China yang kita harapkan karena Bali menjadi destinasi favoritnya hanya 5H/4M rata-rata lama tinggalnya. Bayangkan kalau karantina 5 hari.

Yang bisa karantina 5 hari itu mungkin Australia, Eropa, Amerika karena length of stay mereka panjang, 10 hari keatas. Tapi kapan kita bisa datangkan wisman dari negara-negara itu?," jelasnya.

Dirinya menuturkan bahwa beberapa waktu lalu, Komponen Pariwisata Bali melalui Forum Bali Bangkit telah  berdeklarasi di Besakih guna Deklarasi Moral Bali Bangkit 'Open Border'.

"Jika sudah seperti itu teriakan kami khususnya Bali karena kita sudah punya pengalaman melayani wisatawan baik wisnu maupun wisman dari puluhan tahun, maka seharusnya ada keberanian buka border Bali apalagi sudah banyak usaha yang kita lakukan misal sertifikasi CHSE semua industri, Green Zone Nusa Dua, Sanur, dan Ubud. TA/TO yang handle wisatawan pasti mereka tidak mau juga tamunya terkena Covid di Bali, pasti akan dihandle dan diawasi dengan baik," tuturnya.

Menurutnya, saat ini pun sebenarnya sudah ada Wisnu yang jalan-jalan di Bali, meski jumlahnya belum banyak, tapi ada dan tidak ada masalah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved