Breaking News:

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Sebut Pendekatan Principle-Based Dinilai Lebih Fleksibel 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiana menjelaskan bahwa lingkungan perbankan dan pengawasan telah banyak berubah.

Penulis: Karsiani Putri | Editor: Noviana Windri
ist
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiana dalam acara Forum Group Discussion 'Penerapan Principle Based Regulation dalam Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan dan Perlindungan Hukum pada Tindakan Pengawasan' beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam acara Forum Group Discussion 'Penerapan Principle Based Regulation dalam Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan dan Perlindungan Hukum pada Tindakan Pengawasan',  Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiana menjelaskan bahwa lingkungan perbankan dan pengawasan telah banyak berubah sehingga OJK harus mampu beradaptasi dan menjawab perubahan dimaksud.

Adapun beberapa perubahan utama dimaksud seperti perubahan ekosistem perbankan, terjadinya krisis ekonomi akibat terjadinya pandemi Covid-19, terdapatnya perubahan ekspektasi masyarakat terhadap layanan ekonomi dan produk-layanan, dan adanya perkembangan inovasi baru yang masif.

"Selain itu, pendekatan yang digunakan dalam pengaturan dan pengawasan bank mulai mengalami pergeseran, dimana pendekatan rule-based yang selama ini digunakan dalam pengaturan dan pengawasan bank dinilai tidak lagi pas dan memiliki berbagai kelemahan," kata Heru Kristiana. 

Heru Kristiana  juga menjelaskan bahwa salah satu cara untuk beradaptasi dan menjawab perubahan pada ekosistem perbankan antara lain melalui revisi pengaturan dan pengawasan perbankan melalui penerapan principle-based supervision dari yang sebelumnya menekankan rule based. 

OJK Percepat Vaksinasi untuk Industri Jasa Keuangan, Presiden RI Hadiri Pemberian Vaksinasi Massal

"Pendekatan principle-based dinilai lebih fleksibel, baik dalam penerapan maupun pengawasannya serta mampu mendorong inovasi baik dari sisi bisnis proses, pengembangan produk dan layanan serta pengembangan infrastruktur IT dan manajemen risiko," jelasnya dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali pada Sabtu 19 Juni 2021. 

Menurutnya, beberapa otoritas keuangan di beberapa negara lain saat ini telah mulai menerapkan principle-based supervision, antara lain di Inggris, Australia dan Jepang. 

Dirinya juga menuturkan bahwa BCBS selaku standard setter internasional untuk prudensial perbankan pada September 2012 juga telah menerbitkan Core Principles for Effective Banking Supervision sebagai framework standar minimal yang fleksibel dan dapat diterapkan secara global.

Namun demikian, patut disadari bahwa untuk dapat mengimplementasikan principle based supervision memerlukan beberapa prasyarat yang harus dipenuhi, terutama perlunya perubahan atau penyesuaian skills dan mindset dari regulator dan pelaksana ketentuan.

Lalu perlunya kemampuan dalam melakukan profesional judgement, disertai dengan kejelasan pendelegasian wewenang dalam pelaksanaan profesional judgement, dan perlu adanya komunikasi yang baik dan efektif antara regulator atau pengawas dengan pelaksana ketentuan.

Serta kesamaan pemahaman atau pandangan yang sama dengan auditor dan aparat penegak hukum. 

"Tantangan pengawasan bank semakin berat, sejalan dengan perkembangan perekonomian dunia yang dinamis, meningkatnya tuntutan stakeholder untuk memperoleh layanan perbankan yang semakin baik, dan mengawal industri jasa keuangan agar dapat tumbuh sehat memberikan kontribusi bagi perekonomian negara. Pengawas berkomitmen untuk selalu melaksanakan tugas sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku," ungkapnya. 

Menurutnya, kesuksesan implementasi principle based supervision tentunya memerlukan waktu dan proses perbaikan atau penyempurnaan pengawasan yang berkelanjutan.

Dan untuk mendukung hal tersebut diperlukan adanya komunikasi serta sinergi yang baik antara pengawas, auditor dan penegak hukum. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved