Breaking News:

Pameran di Surabaya, Nyoman Ari Kisahkan Tradisi Masyarakat Bali Lewat Lukisan Sepanjang 8 Meter

Meski tampak gelap, lukisan buatan I Nyoman Ari Winata sarat akan makna kehidupan yang baik dan bijak.

Editor: Wema Satya Dinata
SURYA.CO.ID/Akira Tandika
Lukisan sepanjang delapan meter karya I Nyoman Ari Winata terpajang di Goedang Loekisan Ciputra World Surabaya. 

TRIBUN-BALI.COM - Lukisan sepanjang delapan meter tampak terpampang di dinding Goedang Loekisan Ciputra World Surabaya, Jawa Timur.

Meski tampak gelap, lukisan buatan I Nyoman Ari Winata sarat akan makna kehidupan yang baik dan bijak.

Hal itu ia simbolkan dengan gambar gajah.

"Lukisan ini menggunakan simbol gajah, yang dianggap sebagai lambang kebajikan.

Baca juga: I Gede Agus Mertayasa, Difabel yang Suka Melukis Wayang, Pernah Jual 45 Lukisan di Sebuah Pameran

Selain gajah, karena pelukis berasal dari Bali, maka ia tuangkan juga kehidupan masyarakat di sana," terang Abidin Ezra Pemilik Goedang Loekisan, Sabtu 19 Juni 2021.

Abidin menjelaskan, tak hanya satu atau dua daerah saja yang digambarkan Ari dalam lukisan tersebut. Melainkan hampir seluruh tradisi dan kekhasan masyarakat Bali, ada dalam lukisan itu.

Di antaranya, tradisi Melasti, upacara Ogoh-ogoh, dan masih banyak lagi.

Bahkan, Ari juga menggambarkan monyet dalam lukisan itu untuk melambangkan tempatnya tinggal yakni, Tabanan.

Ari, lanjut Abidin, bukan tipikal pelukis konseptor, di mana mereka sudah tahu hasil akhir lukisannya akan seperti apa.

"Dia lebih mengarah ke pelukis yang menggunakan feeling. Karena buat dia, melukis merupakan bagian dari art of healing," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved