Berita Banyuwangi
Pulihkan Ekonomi, Banyuwangi Kembali Bagi-Bagi Alat Usaha ke Warga
Berbagai upaya mendorong pemulihan ekonomi terus digeber Pemkab Banyuwangi. Salah satunya melalui program bantuan alat usaha produktif
TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Berbagai upaya mendorong pemulihan ekonomi terus digeber Pemkab Banyuwangi.
Salah satunya melalui program bantuan alat usaha produktif gratis ke warga, yang dialokasikan dari dana APBD melalui Alokasi Dana Desa.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan, pembagian alat usaha gratis ini merupakan salah satu dari sejumlah skema pemulihan ekonomi yang telah dan akan terus dijalankan Pemkab Banyuwangi, mulai dari pemberdayaan UMKM, penciptaan wirausahawan baru, hari belanja ke pasar dan UMKM, ongkir gratis untuk UMKM, jemput bola perizinan usaha mikro, dan sejumlah program infrastruktur padat karya yang sudah mulai berjalan.
Baca juga: Kembali Kirim Laporan ke CDP, Ikhtiar Banyuwangi Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan
"Bantuan alat usaha produktif ini ditujukan kepada keluarga miskin yang masih mampu bekerja. Mereka diberi bantuan untuk memulai atau meningkatkan usaha mereka," kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat menyerahkan bantuan Kanggo Riko, di sela Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Jumat (18/6/2021).
Dalam program tersebut, bantuan dengan nilai setara Rp2,5 juta diberikan kepada rumah tangga miskin, disesuaikan dengan kebutuhan usaha mereka. Diutamakan penerima adalah perempuan yang menjadi kepala keluarga
Baca juga: Serapan Vaksinasi Tertinggi Se-Jatim, Bupati Banyuwangi: Terus Tegakkan Protokol Kesehatan
Salah seorang penerima bantuan, nenek Tukijah (70), misalnya, mendapat sepeda lengkap dengan keranjang belanja di belakangnya, serta sembako untuk kebutuhan dan modal sehari-hari.
Nenek yang tinggal bersama cucu dan keponakannya itu biasanya menjual aneka gorengan, termasuk dititipkan ke warung-warung.
"Alhamdulilah dapat sepeda, bisa dibuat belanja ke pasar dan mengantar gorengan," kata Tukijah.
Baca juga: Bupati dan Ketua DPRD Biak Numfor-Papua, Pelajari Pariwisata ke Banyuwangi
Selain Tukijah, ada Sakijem. Nenek berusia 78 tahun itu sehari-hari menjual apem. Sukijah menerima bantuan alat usaha berupa etalase, peralatan masak, dan sembako.
Ipuk memaparkan, program bantuan alat usaha produktif ini dibagi dalam sejumlah kluster. Ada yang bersumber dari APBD melalui Alokasi Dana Desa (ADD).
Tahun ini program dari ADD itu dilaksanakan di 16 desa.
“Selain itu, bantuan alat usaha dibagikan melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro lengkap dengan pelatihannya. Saya akan terus evaluasi, dan jumlah penerimanya akan kami tambah ke depan melalui Perubahan APBD,” ujarnya.
Baca juga: Bertemu Bupati Banyuwangi, BBWS Brantas Dukung Penyediaan Air Bersih di Kawasan Kaki Gunung Ijen
Kepala Dinas Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa (DPMD), Kusiyadi mengatakan program ini diperuntukkan untuk 40 orang tiap satu desa.
"Anggarannya Rp 100 juta tiap desa dibagi untuk 40 orang utamanya kepala keluarga perempuan. Bantuannya bukan berupa uang, namun alat usaha sesuai kebutuhan penerima," kata Kusiyadi.
Menurut Kusiyadi, penerima bantuan juga diutamakan mereka yang belum menerima bantuan sosial lain dari pemerintah.
Penerima berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diseleksi. Setelah itu dirapatkan di Musrenbangdes dan mendapat surat ketetapan dari Kepala Desa. Program tersebut diberi nama “Kanggo Riko” yang berarti “untuk Anda”. (Haorrahman)
Berita lainnya di Berita Banyuwangi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-banyuwangi-ipuk-fiestiandani-saat-menyerahkan-bantuan-kanggo-riko.jpg)