Breaking News:

Berita Bali

Terkait Kasus Warga Binaan yang Minum Oplosan, Polres Badung Menduga Minuman Dioplos Rame-Rame

Satuan Reskrim Polres Badung masih melakukan penyelidikan terkait Warga Binaan Pemasyarakatan yang meninggal akibat minum oplosan

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Putu Candra
Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Kerobokan setelah 21 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dilarikan ke RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Jumat 11 Juni 2021 - Terkait Kasus Warga Binaan yang Minum Oplosan, Polres Badung Menduga Minuman Dioplos Rame-Rame 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Satuan Reskrim Polres Badung masih melakukan penyelidikan terkait Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Kerobokan, Bali, yang meninggal akibat minum oplosan cairan yang diduga hand sanitizer.

Bahkan pengoplosan minuman, yaitu hand sanitizer dicampur serbuk minuman kemasan rasa jeruk diduga dilakukan beramai-ramai.

Kapolres Badung, AKBP Roby Septiadi saat ditemui di Polres Badung mengatakan, adanya kasus keracunan di Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan diduga karena kelalaian warga binaan itu sendiri.

Pasalnya mereka mungkin ingin bersenang-senang dengan mencoba membuat racikan minuman beralkohol.

Baca juga: UPDATE Keracunan Desinfektan WBP Lapas Perempuan Denpasar, Sisa Satu Orang Yang Masih Dirawat

“Sebenarnya kalau minuman beralkohol kan tidak boleh ke dalam areal lapas. Namun mereka membuat racikan sendiri dengan menggunakan hand sanitizer,” ujar Wakapolres Badung, Kompol Ni Putu Utariani, SH pada Jumat 18 Juni 2021.

Dikatakannya, sementara dugaan awal, terjadinya kasus tersebut karena warga binaan ingin mencari sensasi minuman beralkohol.

Namun katanya penggunaan hand sanitizer di dalam Lapas Kerobokan merupakan bagian dari pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) di dalam lapas.

“Dari hasil pemeriksaan kita, hand sanitizer ini memang disiapkan untuk penerapan prokes. Ini sih hasil pemeriksaan awal, kita tetap berkolaborasi dengan lapas untuk dilakukan pemeriksaan lebih dalam,” bebernya.

Disinggung mengenai isi dalam cairan yang diminum apakah ada cairan lain selain hand sanitizer dan campuran minuman buah tersebut, Polisi asal Jakarta itu mengatakan setelah diuji, memang ada kandungan alkohol di dalamnya, namun kandungan alkohol itu didapat dari hand sanitizer tersebut.

“Untuk kandungan yang lain itu tidak ada. Namun terkait dimana warga binaan mendapatkan hand sanitizer banyak, kami masih melakukan penyelidikan karena warga binaan masih dalam perawatan,” ungkapnya sembari mengatakan ini terlalu banyak yang harus kita periksa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved