Breaking News:

Berita Denpasar

JD.ID dan ThisAble Foundation Gelar Lokakarya Bisnis Digital Bagi Kaum Disabilitas di Denpasar

JD.ID bersama dengan ThisAble Foundation berinisiatif untuk menggelar rangkaian kegiatan lokakarya atau workshop.

Penulis: Karsiani Putri | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Karsiani Putri
Pada Senin 21 Juni 2021 JD.ID bersama dengan ThisAble Foundation menggelar rangkaian kegiatan lokakarya atau workshop bertemakan 'Pemberdayaan Komunitas Disabilitas di Era Pandemi, Melalui Pemanfaatan Platform Digital' bertempat di Gedung Dharma Alaya Negara, Denpasar, Bali 

Ia menyebutkan bahwa cukup dengan memiliki keterampilan dalam pemanfaatan perangkat komputer atau telepon genggam yang dilengkapi dengan fasilitas internet, seorang pedagang sudah bisa memasarkan produknya. 

"Namun, begitu disayangkan karena pada realitanya, keterampilan digital ini tidak dimiliki oleh sebagian besar pedagang terutama para pengusaha UMKM. Meski kondisi pasar sudah semakin matang akan digitalisasi, transaksi secara digital-daring ini tidak dapat bertumbuh secara optimal, karena terkendala masalah sumber daya manusia dengan literasi digital yang masih rendah," katanya. 

Pria Disabilitas Ini Menangis, Cincin Emasnya Dirampas Wanita yang Mengaku Sebagai Petugas Dinsos

Menurutnya, hal inilah yang mendorong pihaknya untuk mengadakan kegiatan lokakarya bersama ThisAble Foundation.

"Berlandaskan tujuan untuk memberikan solusi atas keterbatasan pemanfaatan teknologi serta memberikan pelatihan keterampilan bagi para pelaku UMKM penyandang disabilitas, kami berharap kelak dapat tercipta ekonomi nasional yang semakin maju, sehat, dan inklusif," jelasnya. 

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) ThisAble Foundation, Nicky Claraentia Pratiwi juga menambahkan bahwa kolaborasi antara ThisAble Foundation dengan JD.ID melalui kegiatan lokakarya 'Pemberdayaan Komunitas Disabilitas di Era Pandemi, Melalui Pemanfaatan Platform Digital' adalah langkah tepat sasaran.

"Komunitas penyandang disabilitas saat ini begitu membutuhkan dukungan kita. Mereka butuh pembekalan dan pelatihan dalam mengakses platform bisnis digital agar mereka bisa punya kesempatan untuk berusaha sehingga bisa mandiri secara ekonomi. Setiap pihak harus memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan berusaha, tidak terkecuali bagi penyandang disabilitas," ucapnya. 

Dirinya juga menuturkan bahwa melalui kegiatan ini, pihaknya  berharap agar para pengusaha UMKM dari komunitas penyandang disabilitas mampu untuk bersaing di pasar, dan nantinya dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pertumbuhan ekonomian nasional. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved