Breaking News:

Kasus Covid-19 Melonjak, Kini 3 Wilayah di Denpasar Jadi Zona Oranye Padahal Sempat Hijau

Akan tetapi, seminggu setelahnya, sebanyak 20 desa/kelurahan dinyatakan zona kuning, dan 3 wilayah lainnya dinyatakan zona oranye.

Tribun Bali/Putu Supartika
Penutupan tempat bermain anak di Lapangan Puputan Badung - Tempat Bermain Anak di Denpasar Disegel, Lapangan Puputan Badung Dijaga Lebih Ketat 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kota Denpasar kini kembali mengalami lonjakan kasus positif Covid-19.

Hal ini berdampak pada peningkatan zona kawasan tingkat penyebaran Covid-19 yang awalnya zona hijau menjadi zona kuning bahkan ada yang kembali menjadi zona orange.

Untuk diketahui, pada 13 Juni lalu, dari 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar, 35 wilayah sudah dinyatakan zona hijau Covid-19.

Sementara hanya 8 wilayah yang masuk zona kuning.

Baca juga: IDI Sarankan Pemerintah Lakukan Lockdown Daripada PPKM Mikro Untuk Menekan Penularan Covid-19

Akan tetapi, seminggu setelahnya, sebanyak 20 desa/kelurahan dinyatakan zona kuning, dan 3 wilayah lainnya dinyatakan zona oranye.

Dan untuk zona hijau hanya tersisa sebanyak 20 desa/kelurahan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan tiga wilayah yang masuk zona oranye yakni Desa Ubung Kaja, Desa Pemecutan Kaja, dan Kelurahan Sesetan.

Sementara untuk 20 wilayah yang masuk zona kuning meliputi, Denpasar Timur sebanyak 5 wilayah yakni Kesiman Kertalangu, Kesiman Petilan, Sumerta Kaja, Sumerta Kauh, dan Dangin Puri Kelod.

“Denpasar Utara dua zona orange yakni Desa Ubung Kaja, Desa Pemecutan Kaja, sedangkan zona kuning yakni Kelurahan Tonja dan Desa Dauh Puri Kaja,” kata Dewa Rai saat diwawancarai Senin, 21 Juni 2021.

Untuk wilayah Denpasar Barat, yang masuk zona kuning sebanyak 7 wilayah meliputi Kelurahan Padangsambian, Kelurahan Padangsambian Kelod, Pemecutan Kelod, Dauh Puri Kauh, Kelurahan Pemecutan, Dauh Puri Kelod dan Kelurahan Dauh Puri.

Dan untuk Denpasar Selatan, satu wilayah zona orange yakni Kelurahan Sesetan, sedangkan zona kuning meliputi Kelurahan Sanur, Sanur Kauh, Kelurahan Renon, Kelurahan Panjer, Kelurahan Pedungan, serta Desa Pemogan.

Dewa Rai menambahkan, kebanyakan yang dinyatakan positif Covid-19 merupakan warga yang belum tervaksinasi Covid-19.

Walaupun demikian, ada juga warga yang sudah divaksinasi sebanyak dua kali (dua dosis) juga positif Covid-19.

“Dengan kondisi ini, kami minta yang belum menerima vaksin agar melakukan vaksinasi ke fasyankes. Sementara itu, bagi yang sudah tervaksin juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena tidak menjamin sudah divaksin akan terbebas dari Covid-19,” katanya. 

Muncul Kasus Covid-19 Klaster Pekerja Konstruksi 

Peningkatan kasus Covid-19 di Denpasar ini terjadi pasca arus balik hari raya.

Selain itu, kini juga muncul klaster baru di Denpasar yakni klaster pekerja konstruksi.

Dimana beberapa kasus yang terjadi setiap harinya, pasti ada saja pekerja konstruksi yang dinyatakan positif Covid-19.

“Ya misalnya saat kasus positif 15 orang, 3 orang ternyata pekerja konstruksi. Dan terus terjadi. Dan setiap hari ada saja pekerja konstruksi yang kena,” jelas Dewa Rai. 

Dewa Rai menambahkan, pihaknya curiga munculnya klaster pekerja konstruksi ini karena mereka baru balik dari kampung halaman setelah berhari raya.

Pasalnya, kasus ini baru muncul setelah adanya arus balik.

“Kami curiga muncul klaster ini karena mereka baru balik dari kampung halaman dan setelah beberapa hari di Denpasar mereka terdeteksi positif Covid-19,” katanya.

Dengan peningkatan kasus positif Covid-19 ini, Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Wangaya pun meningkat drastis.

Dimana, pada 13 Juni 2021 kemarin RSUD Wangaya hanya merawat 3 pasien positif Covid-19.

Namun perhari ini sudah merawat sebanyak 19 orang pasien positif Covid-19.

“Sudah naik drastis, sekarang 32 persen dari 58 bed yang tersedia di sana, sudah 19 orang yang dirawat di sana,” katanya.

Oleh karenanya, pihaknya akan semakin memperketat penerapan protokol kesehatan.

Dimana pihaknya sudah menutup taman bermain anak dan juga menjaga lebih ketat kawasan lapangan Puputan Badung.

Per Minggu 20 Juni 2021 kemarin, Lapangan Puputan Badung sudah dikelilingi dengan traffic cone yang juga dihubungkan dengan tali.

Sehingga kendaraan tak bisa parkir lagi di sekeliling lapangan Puputan Badung.

Selain itu, juga digelar rapid antigen di tempat tersebut serta akan menyasar tempat keramaian seperti Taman Kota Lumintang yang akan digelar sore ini. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved