Breaking News:

Pesan Israel untuk Palestina: Tidak Ada Niat Menyakiti Mereka yang Tidak Bangkit Membunuh Kami

Pesan Israel untuk Palestina: Tidak Ada Niat Menyakiti Mereka yang Tidak Bangkit Membunuh Kami

Editor: Aloisius H Manggol
YONATAN SINDEL / POOL / AFP
Pemimpin partai Yemina Israel, Naftali Bennett, menyampaikan pernyataan politik di Knesset, Parlemen Israel, di Yerusalem, pada 30 Mei 2021. Kelompok garis keras nasionalis Naftali Bennett mengatakan hari ini dia akan bergabung dengan koalisi pemerintahan yang dapat mengakhiri pemerintahan pemimpin terlama di negara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. 

TRIBUN-BALI.COM – Naftali Bennett resmi menjabat Perdana Menteri Israel.

Setelah menggantikan Netanyahu, Bennett langsung mengeluarkan pernyataan publik di sebuah acara untuk memperingati mereka yang tewas dalam perang 2014 di Jalur Gaza, Minggu (20/6).

Dia menegaskan, kesabaran pihaknya terhadap kelompok militan Palestina Hamas telah habis.

Ia berjanji bahwa pemerintahnya akan mengambil pendekatan yang lebih agresif, yaitu seranga terhadap Palestina.

Beberapa hari terakhir, Israel telah mengerahkan bom di Gaza sebagai tanggapan atas balon pembakar yang dikirim ke perbatasan dua kali dalam seminggu sejak pemerintahan baru diberlakukan.

“Musuh kami akan mengetahui aturannya: Kami tidak akan mentolerir kekerasan dan tembakan roket,” kata Bennett. "Kesabaran kita sudah habis,” katanya.

Baca juga: Israel Berniat Jalin Hubungan Diplomatik dengan Indonesia, Malaysia dan Brunei

Dia juga mengatakan bahwa Palestina harus beradaptasi dengan persepsi baru tentang "inisiatif, agresivitas dan inovasi" dari Israel.

"Tidak ada niat untuk menyakiti mereka yang tidak bangkit untuk membunuh kami, dan kami tidak membenci mereka yang disandera oleh organisasi teroris yang kejam," kata Bennett.

Peringatan itu datang sebulan setelah Israel, di bawah pemerintahan mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyetujui gencatan senjata dengan Hamas, setelah 11 hari kekerasan yang menewaskan lebih dari 240 warga Palestina, termasuk 63 anak-anak, dan 12 warga Israel tewas.

Pekan lalu Israel mengatakan menyerang kompleks militer di Gaza pada Selasa dan Kamis sebagai tanggapan atas balon pembakar yang katanya diluncurkan dari Palestina.

Baca juga: PM Palestina Anggap Pemerintahan Baru Israel Sama Buruknya dengan Rezim Netanyahu

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved