Breaking News:

Berita Bali

Satgas Segel Tempat Bermain Anak, Perketat Penjagaan di Lapangan Puputan dan Stadion Dipta Gianyar

Satgas Covid-19 Kota Denpasar menyegel tempat bermain anak di kawasan Lapangan Puputan Badung.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Putu Supartika
Penutupan tempat bermain anak di Lapangan Puputan Badung - Satgas Segel Tempat Bermain Anak, Perketat Penjagaan di Lapangan Puputan dan Stadion Dipta Gianyar 

Menurut Wisnu, saat ini Stadion Dipta telah mendapatkan pengawasan ketat.

"Hari ini dilakukan rapat di Posko Penangan Covid-19 Stadion Dipta. Hadir dari Polda Bali dan Kalak BPBD Provinsi Bali dan Korem. Disepakati, akses keluar masuk stadion ditutup, dan akan ada posko satgas di lima titik. Tanggal 22 Juni nanti kembali dilakukan test rapid massal di sana," ujarnya.

Baca juga: Satgas Covid-19 Sesetan Denpasar Pasang Stiker Penanda di Rumah Warga yang Sedang Isolasi Mandiri

Penerapan prokes

Menyambut pembukaan Bali bagi kunjungan wisatawan internasional bulan depan, Anggota Komisi IX DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan (prokes) diperketat.

Apalagi, menurut dia, saat ini banyak daerah yang meningkat angka positif Covid-19, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta termasuk di DKI Jakarta.

Peningkatan kasus positif di Pulau Jawa terjadi setelah libur hari raya.

Bali harus tetap mewaspadai penularan apalagi angka kasus aktif di Bali juga kembali meningkat beberapa hari belakangan ini.

“Terlebih virus varian baru, saat dirapid antigen dan diswab tidak kelihatan ada virus. Tetapi ketika di rontgen baru kelihatan positif. Hal ini yang sangat membahayakan apalagi penyebarannya sangat ganas berbeda dengan Covid-19 sebelumnya,” ujar Adnyana di Denpasar, Minggu 20 Juni 2021.

Kariyasa Adnyana mengatakan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar terus melakukan lobi dengan para konsulat negara sahabat di Asia dan Eropa agar meyakinkan warganya bahwa Bali sudah aman dikunjungi karena bisa menekan kasus Covid-19 serta penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Kalau tidak bisa meyakinkan, maka Bali tidak akan dikunjungi wisatawan mancanegara.

"Walaupun kita buka, wisatawan asing tidak ada datang, para pengusaha hotel dan restoran juga akan merugi terus dengan beban biaya operasional yang tinggi," imbuhnya.

Diakuinya, untuk mendatangkan wisatawan lokal berbagai kebijakan pemerintah pusat sudah cukup membantu.

Seperti kebijakan Work From Bali (bekerja dari Bali).

Persoalannya kebijakan ini tidak bisa diterapkan dalam waktu lama karena anggaran negara jumlahnya terbatas.

Secara nasional, pariwisata Bali paling parah terdampak pandemi dan pemulihannya membutuhkan waktu sangat lama.

Guna menuju Bali bangkit protokol kesehatan harus tetap diperketat.

Hal yang senada disampaikan Ketua Komisi III DPRD Bali AA Ngurah Adhi Ardhana.

Dia mendukung pariwisata Bali dibuka untuk mendatangkan wisatawan mancanegara.

Namun, harus menjamin prokes yang ketat.

Adhi Ardhana berharap para tokoh di Bali tidak saling menyalahkan ketika Bali dibuka untuk wisatawan asing.

Sebab Bali sudah lelah, ekonomi sudah minus pada angka 13 persen.

Bali harus bisa meyakinkan dunia bahwa pariwisata Bali aman untuk dibuka dan dikunjungi.

"Kita berharap dengan prokes yang ketat, angka kasus positif semakin melandai, terus bisa ditekan dan tidak ada lagi lonjakan kasus," tandasnya. (sup/weg/gil)

Baca juga: 18 Pekerja Positif Covid-19, Proyek Stadion Dipta Dijaga Ketat oleh Satgas Covid-19 Gianyar

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved