Berita Bangli

Harga Cabai di Bangli Merangkak Naik dalam Sepekan Terakhir

Faktor yang mendukung salah satunya adalah hujan sejak beberapa hari terakhir, sehingga petani cabai belum sempat panen.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Penjual cabai di Pasar Kidul 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Harga cabai rawit merah sejak sepekan terakhir terus merangkak naik.

Terkini, harga kebutuhan dapur itu telah menyentuh angka Rp 30 ribu per kilo.

Berdasarkan data, diketahui harga cabai rawit merah mulanya Rp 20 ribu per kilo pada tanggal 16 Juni.

Peningkatan harga diketahui tiga hari setelahnya, menjadi Rp 28 ribu.

Baca juga: Bupati Bangli Lantik 122 PNS dalam Jabatan Fungsional

Dan per tanggal 22 Juni, harganya kembali naik menjadi Rp 30 ribu per kilo.

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, I Wayan Sarma, peningkatan harga ini dipengaruhi berkurangnya pasokan.

Faktor yang mendukung salah satunya adalah hujan sejak beberapa hari terakhir, sehingga petani cabai belum sempat panen.

Pun hujan juga menyebabkan tertundanya pengiriman cabai dari luar Bali.

"Bisa jadi juga terlambatnya pengiriman cabai karena pengaruh dari PSBB yang saat ini mulai diterapkan di Bali," ucapnya.

Kendati harga cabai terus merangkak naik, Sarma memastikan fenomena ini tidak akan berlangsung lama.

Pun peningkatan harga cabai, juga tidak akan setajam saat awal tahun 2021.

"Saya kira (harganya) tidak akan seperti beberapa bulan lalu, yang mencapai lebih dari Rp 100 ribu. Paling kisaran naiknya sampai di Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilo," kata dia.

Sarma juga menegaskan jika pihaknya sudah mengantisipasi harga cabai agar tidak melambung tinggi.

Salah satunya, adalah mendorong para petani di Bangli untuk terus menanam cabai.

Baca juga: Kabar Baik, Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor di Bangli Hanya Bayar 2 Tahun Saja Tanpa Denda

"Di Bangli cukup banyak desa-desa yang mengembangkan tanaman cabai rawit. Bukan saja di areal Kintamani, namun juga di areal-areal sawah.

Oleh sebab itu kenaikan harga ini kemungkinan tidak melambung tinggi, sebab kebutuhan cabai di Bangli sudah cukup aman," tandasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved