Breaking News:

Munculnya Fenomena Herd Stupidity Saat Pandemi, Apa yang Dialami Masyarakat? Ini Kata Sosiolog Unud

Dosen Universitas Udayana Bali itu mengatakan dalam era ini, fakta dan bukti-bukti ilmiah tidak dianggap sebagai patokan atau pegangan utama.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Eviera Paramita Sandi
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi masker 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Munculnya fenomena Herd Stupidity di tengah masa pandemi Covid-19 dinilai  karena masyarakat hidup dalam era post-Truth atau “pasca-Kebenaran”.

Hal ini dinilai seorang Sosiolog, Wahyu Budi Nugroho. 

Dosen Universitas Udayana Bali itu mengatakan dalam era ini, fakta dan bukti-bukti ilmiah tidak dianggap sebagai patokan atau pegangan utama.

Sebaliknya, di era ini, argumen dan keyakinan pribadi yang dilandasi oleh emosi atau perasaan bisa lebih dominan dibandingkan fakta dan bukti ilmiah.

"Mengapa demikian? Karena era post-Truth sendiri hadir akibat pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang menyebabkan masifnya arus informasi melanda masyarakat," kata Wahyu kepada Tribun Bali, Kamis 24 Juni 2021.

Sedikit menilik ke belakang, bahwa istilah Herd Stupidity dipopulerkan oleh epidemiolog Universitas Indonesia yang menyebut pemerintah maupun kelompok masyarakat yang abai terhadap Covid-19.

"Jadi, istilah ini sebetulnya tidak hanya ditujukan untuk kelompok masyarakat tertentu tetapi juga untuk pemerintah, terutama kebijakan-kebijakannya yang justru memperparah kondisi pandemi di tanah air," paparnya.

Lanjutnya, besaran informasi yang tak terhingga ini menyebabkan individu dapat dengan mudah memperoleh legitimasi atas pandangan-pandangan subjektifnya.

Meskipun sebetulnya informasi yang ia konsumsi belum tentu benar dan terbukti.

Banyaknya informasi yang diterima individu memungkinkan individu menyusun narasinya sendiri sehingga tampak koheren, sistematis, dan ilmiah, padahal sebetulnya narasi itu disusun lewat informasi-informasi yang belum valid.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved