Breaking News:

Berita Buleleng

Penganiayaan Di Dusun Munduk Diklaim Tidak Direncanakan, Kuasa Hukum Ajukan Pledoi

Kasus penganiayaan yang terjadi di Dusun Munduk, Desa/Kecamatan Banjar, Buleleng hingga menyebabkan korban Kadek Sutarjana (48) meninggal dunia

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Karsiani Putri
Ratu Ayu Astri Desiani
Kuasa Hukum Terdakwa Ida Lempog, Firmasnyah saat mengajukan pledoi pada Kamis 24 Juni 2021 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus penganiayaan yang terjadi di Dusun Munduk, Desa/Kecamatan Banjar, Buleleng hingga menyebabkan korban Kadek Sutarjana (48) meninggal dunia pada Februari lalu, telah bergulir ke Pengadilan.

Terdakwa bernama  Ida Kade Suarsana alias Ida Lempog (39) melalui kuasa hukumnya pada Kamis  24 Juni 2021 mengajukan pledoi.

Pasalnya, penganiayaan ini diklaim tidak direncanakan. 

Dari pantauan di ruang Cakra Pengadilan Negeri Singaraja, Jaksa Penuntut Umum sebelumnya meminta kepada majelis hakim agar terdakwa Ida Lempog dijatuhi hukuman 13 tahun penjara, sebagaimana diatur dalam pasal 338 KUHP.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum terdakwa Ida Lempog, Firmansyah langsung mengajukan pledoi atau pembelaan kepada Ketua Majelis Hakim Anak Agung Ngurah Budhi Dharmawan. 

Firmansyah menyebut, tuntutan JPU sebagaimana dakwaan primer tidak tepat.

Pasalnya, dari fakta hukum yang ada, terdakwa Ida Lempog sejatinya tidak mengenal korban Sutarjana.

Baca Juga: Bupati Mahayastra Ketuai Pasemetonan Pangeran Tangkas Kori Agung

Terdakwa datang ke rumah korban untuk minum miras, atas ajakan Gede Kelly (warang korban).

Saat minum miras itu, korban dan terdakwa kemudian berselisih paham hingga korban langsung masuk ke dalam rumah, mengambil anak lesung, dan langsung memukul terdakwa di bagian kepala dan kakinya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved