Euro 2020, Kenapa Penonton Bisa Berjubel Tanpa Masker di Stadion? Ini Penjelasan Ahli Virologi Unud

Keriuhan puluhan ribu penonton Euro 2020 di Stadion Puskas Arena Budapest, Hongaria tersaji saat pertandingan antara Hongaria melawan Portugal.

Istimewa
Euforia penonton Euro 2020 di Puskas Arena, Budapest Hongaria 15 Juni 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Keriuhan puluhan ribu penonton Euro 2020 di Stadion Puskas Arena Budapest, Hongaria tersaji saat pertandingan antara Hongaria melawan Portugal.

Atmosfer ini menjadi perbincangan khalayak ramai di tengah masa pandemi Covid-19.

Salah satunya publik di tanah air yang membanding-bandingkan dengan kondisi pembatasan kegiatan masyarakat di Indonesia.

Ahli Virologi Universitas Udayana Bali, Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika membeberkan bahwa kondisi perkembangan kasus Covid-19 dan cakupan capaian vaksinasi penduduk di Hongaria dan negara-negara lain peserta Euro berbeda dengan di Indonesia.

Baca juga: Ujian Berat Portugal Bentrok Lawan Belgia di Babak 16 Besar Euro 2020, Cristiano Ronaldo Jadi Kunci

"Kondisi di Budapest Hongaria maupun negara-negara lain di Eropa, sudah memvaksinasi mencapai lingkup di atas 50 persen penduduknya, mereka mempercepat vaksinasi, berbeda dengan Indonesia yang baru sekitar 10 persen, masih jauh dari memadai," kata Prof Mahardika.

Selain itu, dilihat dari junlah kasus harian, di negara-negara di Eropa cenderung mengalami penurunan dan telah dianggap terkendali, masyarakat pun disiplin dengan aturan protokol kesehatan dari pemerintah dan sadar akan bahaya Covid-19 sehingga lebih aware.

"Laporan kasus harian di negara mereka sudah jauh menurun dan dianggap terkendali. Di Inggris saja pada Januari 2021 lalu sempat di angka kasus 70 ribu per hari kemudian sekarang menurun di angka 2-3 ribu kasus per harinya, artinya kasus sudah menurun," paparnya. 

Baca juga: Jelang Babak 16 Besar Euro 2020, Prancis dan Italia Favorit Juara

"Mereka disiplin sekali menggunakan lockdown, sedikit kasus lockdown, aturan rigid, ketat melakukan kebijakan lockdown. Kenapa mereka bisa, karena ekonomi mereka kuat."

"Memang mereka negara maju mampu menyediakan kebutuhan bagi penduduk dan mereka penduduknya cenderung disiplin sadar betul mereka beresiko kalau melanggar aturan pemerintah," jabarnya.

Di samping itu, bagi para penonton juga dipastikan menunjukkan bukti vaksinasi maupun tes bebas Covid-19.

"Penonton yang datang masuk di stadion harus menunjukkan kartu vaksinasi," katanya. 

Baca juga: Prediksi Inggris vs Jerman di Babak 16 Besar Euro 2020, Southgate Siap Turunkan Si Belut Licin

Disinggung terkait resiko penularan Covid-19, Prof. Mahardika menyebut hal itu baru dapat diketahui 2-3 pasca penyelenggaraan ajang Euro 2021.

"Apakah tidak ada resiko peningkatan kasus? Kita pantau dulu apakah turun, apakah justru dari kerumunan itu akan meningkat lagi, kita tunggu 2-3 minggu pasca Euro kita akan tahu," ujarnya. (*)

 Berita lainnya di EURO 2020

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved