Breaking News:

Berita Bangli

Kasus Covid-19 di Bangli Naik 33 Kasus dalam Tiga Hari, Total Jumlah Kasus Covid-19 Tercatat 2556

Jumlah warga Bangli, Bali  yang terpapar virus corona terus mengalami penambahan

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Karsiani Putri
Muhammad Fredey Mercury
Humas GTPP Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa pada Jumat 25 Juni 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Jumlah warga Bangli, Bali  yang terpapar virus corona terus mengalami penambahan.

Terhitung sejak tiga hari terakhir, jumlah penambahan kasus tercatat sebanyak 33 kasus.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa, Jumat 25 Juni 2021 membenarkan ihwal penambahan kasus Covid-19 di Bangli yang bertambah, setelah beberapa hari terakhir sempat melandai.

Penambahan kasus tersebut diketahui pada tanggal 22 Juni dengan 11 kasus, 23 Juni dengan 10 kasus, dan 24 Juni dengan 12 kasus.

Baca Juga: Bupati Sanjaya Tegaskan Sanksi Warga Tak Ikut Vaksinasi, Diberikan Sanksi Sesuai Perpres

 “Saat ini total jumlah kasus Covid-19 di Bangli tercatat sebanyak 2556 kasus,” ungkapnya.

Tak hanya angka kasus yang bertambah, kematian dengan positif Covid-19 juga mengalami penambahan satu kasus pada tanggal 23 Juni.

Dirgayusa menyebutkan, warga yang meninggal dengan positif Covid-19 tersebut berasal dari Desa Satra, Kintamani.

“Yang bersangkutan meninggal saat menjalani perawatan di RS BMC Bangli,” katanya.

Dirgayusa tidak bisa memastikan apa yang menjadi awal penyebab penambahan kasus ini.

Hal ini dikarenakan penambahan kasus tergolong acak.

“Kalau misalnya terlokalisir artinya di suatu tempat sempat terjadi keramaian, lantas banyak ditemukan kasus, baru kita bisa membuat hipotesa penyebabnya. Kalau ini kan acak, cenderungnya disebabkan klaster keluarga,” ujarnya.

Tindak lanjut dari peningkatan kasus Covid-19 di Bangli, mantan Camat Kintamani itu mengatakan saat ini pihak Satgas sedang melakukan pemantauan jumlah kapasitas ruang isolasi.

 Tujuannya untuk mengevaluasi kesiapan rumah sakit apabila terjadi lonjakan pasien di ruang isolasi.

“Belum ada imbauan untuk menambah. Karena warga Bangli yang terpapar Covid-19 cenderung menyebar, tidak hanya dirawat di rumah sakit wilayah Bangli saja. Kalau rumah sakit di Bangli, baik BMC maupun RSU Bangli hingga kini masih bisa mencover. Disamping itu, kami juga melakukan percepatan capaian vaksinasi melalui gerakan serentak vaksinasi,” tandasnya. (*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved