Wawancara Tokoh

Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata: "Bali Grow, Badung Grow, And Grow Together" Bersama BaGo

Tarik-ulur pembukaan pariwisata di Bali menciptakan ketidakpastian baru dan membuat ekonomi Bali terdampak makin dalam

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Ketua DPRD Badung, DR I Putu Parwata MK, MM ketika melayani wawancara Tribun Bali di kantornya di Gedung DPRD Badung, Rabu (23/6) lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tarik-ulur pembukaan pariwisata di Bali menciptakan ketidakpastian baru dan membuat ekonomi Bali terdampak makin dalam.

Kabupaten Badung paling merasakan dampaknya, karena sebagian besar destinasi dan fasilitas pariwisata Bali terkonsentrasi di Badung.

Untuk mengetahui kondisi terkini dampak belum dibukanya pariwisata Bali secara luas, Tribun Bali mewawancarai Ketua DPRD Badung, Dr I Putu Parwata MK MM.

Wawancara dengan Parwata yang juga Sekretaris DPC PDIP Badung ini berlangsung di ruang kerjanya di kantor DPRD Badung, Rabu 23 Juni 2021. Berikut petikan wawancaranya:

Baca juga: Wawancara Khusus Dekan FK Unud, Prof Suyasa: Saya Daftar Pada H-1 Setelah Didorong Teman-teman

Pembukaan pariwisata Bali terus mengalami tarik-ulur. Ini karena dinamika kasus Covid-19 yang turun-naik. Sebagai daerah pariwisata terbesar di Bali, dampak tarik-ulur tersebut tentu sangat dirasakan oleh Badung. Bagaimana pihak legislatif Badung menyikapi kondisi ini ?

Sebelumnya kita menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah pusat terkait penanganan Covid-19 di Bali, khususnya di Badung.

Sebab, beberapa kebijakan yang sudah dikeluarkan Presiden melalui kementerian, seperti program Work From Bali, sehingga para menteri dan pegawai sejumlah instansi bekerja dari Bali.

Ini tentu membantu meringankan dampak pandemi bagi pelaku pariwisiata di Badung.

Bahkan didorong pula percepatan pemulihan ekonomi dengan kebijakan membuka penerbangan internasional ke Bali.

Kami selaku Ketua DPRD Kabupaten Badung sangat memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas perhatian itu.

Tapi memang yang menjadi kendala dan tantangan hingga kini ialah naik turunnya kasus Covid-19.

Namun, kami berupaya menjaga bagaimana agar ekonomi tetap bergerak, bahkan tumbuh, dan pada saat bersamaan lonjakan kasus Covid tidak terjadi.

Terakhir pada 22 Juni lalu kami menerima instruksi PPKM (Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro, dan jam kegiatan dibatasi hingga pukul 8 malam.

Namun setelah kami melihat beberapa indikator, ternyata penambahan kasus Covid di Badung masih di bawah rata-rata nasional.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved