Breaking News:

Sponsored Content

Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Rsi Yadnya Munggah Sulinggih di Desa Mekarsari Baturiti Tabanan

Bupati Badung Nyoman Giri Prasta yang juga selaku Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali melakukan anjangsana ke Upacara Rsi

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
Bupati Giri Prasta saat melakukan anjangsana ke Upacara Rsi Yadnya Munggah Sulinggih Ida Bhawati I Gde Pitana beserta istri yang digelar di Desa Mekarsari Baturiti Tabanan, Kamis 24 Juni 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta yang juga selaku Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali melakukan anjangsana ke Upacara Rsi Yadnya Munggah Sulinggih Ida Bhawati I Gde Pitana beserta istri yang digelar di Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Kamis 24 Juni 2021 malam. 

Dalam upacara yang turut dihadiri oleh Sekda Tabanan I Gede Susila, Ketua MDA Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Camat Baturiti I Wayan Adi Astrawan, PHDI Kecamatan Baturiti, Kapolsek Baturiti beserta Danramil Baturiti tersebut, Giri Prasta juga menyerahkan punia secara pribadi sebesar Rp25 juta kepada panitia karya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Badung Meningkat, Tercatat Ada 47 Kasus Dalam Sehari

Dalam sambrama wacananya Giri Prasta mengatakan semua orang berhak menjadi sulinggih, namun proses perjalanan menuju dwijati tidak semudah yang dibayangkan.

Tidak hanya itu, menurut Giri Prasta tanggung jawab sebagai orang suci pun sangat berat. 

"Mereka juga harus menjalani banyak pantangan, menjauhkan diri dari ikatan nafsu dan duniawi. Hanya dengan kesadaran dan kedisiplinan yang tinggilah, maka sulinggih bisa menjadi seorang Brahmana sejati," jelasnya.

Baca juga: Wilayah Padat Penduduk, Disdikpora Badung Antisipasi Lonjakan PPDB Jalur Zonasi di Kuta Utara

Buapti Giri Prasta juga mengungkapkan bahwa menjadi sebuah kewajiban bagi pihaknya untuk mengingatkan semeton Pasek agar selalu eling pada jati diri dengan memegang teguh Catur Swadarmaning Kepasekan dan sesana Kepasekan. 

"Saya ingatkan semeton Pasek untuk menunjukkan jati diri, dengan mengedepankan  rasa bakti ring Ida Hyang Widhi Wasa, bakti ring kawitan, tindih ring bhisama dan guyub ring semeton," ingatnya seraya menyebutkan kalau semeton Pasek itu saling sumbah, saling parid dan mesidikara. 

"Saling sumbah karena satu Hyang Kawitan. Masidikara artinya duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Dan saling parid, satu gelas kopi bisa berbagi, itulah Pasek sujati," imbuhnya.

Baca juga: Edarkan 93 Paket Sabu di Wilayah Badung, Kadek Budiarta Dihukum 10 Tahun Penjara

Sementara Sekda Tabanan I Gede Susila mengatakan, mewakili Pemkab Tabanan pihaknya merasa sangat senang dan gembira  bisa hadir dalam upacara tersebut.

Pihaknya berharap pelaksanaan upacara munggah sulinggih ini dapat berjalan lancar serta direstui oleh ida betara dengan selalu memberikan anugerah kesehatan dan keselamatan kepada sang munggah sulinggih. 

"Kepada seluruh semeton Tabanan mari berpartisipasi aktif memberikan sumbangan pemikiran dan pendekatan yang konstruktif dalam memajukan kabupaten Tabanan bersama- sama."

Baca juga: Kapolres Badung Minta Personelnya Nonton Film untuk Tingkatkan Imun Tubuh

"Mohon kepada para sulinggih untuk selalu membantu membimbing dan memperkuat kerukunan umat hindu, dan membantu mewujudkan Kabupaten Tabanan era baru, yang aman, unggul dan maju," ujarnya.

Adapun nabe dari Ida Bhawati I Gde Pitana dan Ida Bhawati Istri Tri Putu Gayatri adalah Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Putra Pemuteran, Griya Nataran Renon Denpasar, Ida Pandita Mpu Nabe Dharmika Tenaya, Grya Agung Kahuripan Basangbe Tabanan dan Ida Pandita Mpu Nabe Dhaksa Merthayoga, Griya Agung Beraban Denpasar. (Adv/Gus)

Berita lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved