Breaking News:

Berita Klungkung

Warga Klungkung Diminta Kembalikan Dana Bantuan, Inspektorat Lakukan Pertemuan dengan Dinas Terkait

Adanya 20 warga di Desa Takmung yang diminta mengembalikan uang, karena menerima bantuan ganda, langsung ditindaklanjuti oleh Inspektorat Klungkung.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Inspektorat Klungkung I Made Seger. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Adanya 20 warga di Desa Takmung yang diminta mengembalikan uang, karena menerima bantuan ganda, langsung ditindaklanjuti oleh Inspektorat Klungkung.

Agar tidak ada masalah di setiap desa terkait informasi temuan penerima bantuan ganda ini, pihak Inspektorat akan segera berkoordinasi dengan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).

Senin pagi 28 Juni 2021 pihak inspektorat, bersama Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan, serta Dinas Sosial melakukan pertemuan terkait hal ini.

Baca juga: Ditinggal Menginap di Rumah Keluarga, Puluhan Gram Perhiasan Emas Anak Mantan Bupati Klungkung Raib

Tindak lanjutnya, pihak Inspektorat segera berkoordinasi dengan BPKP, mengingat Inspektorat Klungkung belum menerima informasi apapun terkait temuan itu.

" Tadi kami duduk bersama dengan Dinas Koperasi dan Dinas Sosial terkait ini. Tapi jujur, kami dari inspektorat belum menerima informasi apa -apa sebelumnya dari BPKP terkait hal ini."

"Biasanya ada managemen letter yang kami terima, lalu ada persamaaan persepsi sebelum diputuskan jadi temuan dan akhirnya keluar rekomendasi untuk ditindaklanjuti," ungkap Inspektur Daerah Klungkung I Made Seger, Selasa 28 Juni 2021.

Baca juga: Ditinggal Menginap, Perhiasan Emas Seberat 48,5 Gram di Klungkung Raib

Sebelumnya untuk mengantisipasi penerimaan bantuan ganda, pihak Inspektorat dan dinas terkait sudah melakukan sanding data berdasarkan Surat Keputusan Bupati No 476/05/HK/2020 tentang perubahan atas keputusan No 239/05/HK/2020 tentang pemberian bantuan sosial kepada keluarga yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Klungkung.

"Pertanyaanya apakah usulan ini melalui pemda? Kalau usulan pemda, pasti ada sanding data dengan inspektorat."

"Tapi tadi dari hasil pembahasan, ternyata BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro) ada yang pengusulannya tidak difasilitasi pemda, tapi langsung dari pusat. Inilah yang diluar kontrol pemda," ungkapnya.

Baca juga: Terima Bantuan Ganda, 20 Warga di Desa Takmung Klungkung Diminta Kembalikan Dana BLT

Agar masalah ini tidak terus berkembang dan mengantisipasi gejolak di masyarakat, pihak Inspektorat akan berkoordinasi lebih lanjut dengan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).

" Tindak lanjut sudah kami lakukan, dengan membahas ini bersama leading sektor yang membidangi masalah bantuan ini, seperti Dinas Sosial dan Dinas Koperasi, UMKM dan Pedagangan."

"Selanjutnya kita koordiansi ke BPKP apakah ini benar sudah menjadi temuan atau bagaimana. Nanti kita samakan persepsinya," jelasnya.

Baca juga: Usulan Pinjaman PEN Pemkab Klungkung Berkurang Sampai Rp73 Miliar

Diberitakan sebelumnya  20 warga di Desa Takmung diminta mengembalikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) sebesar Rp600 per orang.

Hal ini lantaran 20 warga tersebut diketahui menerima bantuan ganda, yakni BLT yang sumber anggarannya dari APBD Klungkung, serta  BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro) senilai Rp1,2 juta per orang. (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved