Dispar Badung Tak Bisa Pastikan Soal Rencana Pembukaan Pariwisata Juli 2021
Pihaknya pun tetap masih menunggu arahan pusat dan tidak mau berkomentar banyak prihal tersebut.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dinas Pariwisata Kabupaten Badung belum bisa memberikan banyak komentar terkait tarik ulur dibukanya pariwisata pada Juli 2021 mendatang.
Bahkan Dinas terkait juga tidak bisa memastikan kapan akan dibuka, dan sifatnya masih menunggu arahan pusat.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Badung, Cokorda Raka Darmawan saat dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan kepastian kapan akan dibukanya pariwisata baik di Bali maupun secara khusus di Kabupaten Badung.
Hal itu lantaran masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat secara langsung.
"Sampai saat ini memang belum ada kebijakan tersebut. baik dari pusat maupun dari provinsi, jadinya kami menunggu. Karena hal tersebut kewenangan dari pemerintah pusat,” ujarnya Senin 28 Juni 2021 malam.
Pihaknya pun tetap masih menunggu arahan pusat dan tidak mau berkomentar banyak prihal tersebut.
Kendati demikian terkait banyaknya hotel yang telah banyak dijual di kabupaten Badung, Cok Darmawan sangat menyayangkan terjadinya hal tersebut.
Ia menyebut hal itu bagian dari risiko usaha, namun ia sangat prihatin dengan kondisi yang dialami oleh pengusaha.
Sampai saat ini dirinya mengakui kondisi pariwisata drop sehingga berdampak pada pendapatan Badung.
"Kita ketahui semua sektor mengalami keterpurukan, salah satunya yang paling berdampak dari sektor pariwisata karena sangat bergantung pada mobilitas wisatawan. Apalagi hampir satu setengah tahun hotel-hotel mengalami kekosongan," bebernya.
Ia mengakui semua kesulitan untuk menjaga hotelnya tetap eksis. Kalau yang tidak kuat ujungnya yakni dijual atau pailit.
Asisten Administrasi umum Setda Badung itu mengakui masih belum dapat memberikan bantuan.
Lantaran kondisi yang dialami dari pengusaha juga sama beratnya dengan Pemerintah daerah.
"Kondisi ini situasi susah. Keuangan Badung memang mengalami masalah jika seperti ini berlarut-larut," ucap Birokrat asal Ubud ini.
Adapun bantuan untuk pengusaha di sektor pariwisata dapat diajukan langsung melalui website milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Bantuan yang diberikan Kemenparekraf berupa Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) yang diajukan langsung melalui website https://aksespembiayaan.kemenparekraf.go.id/bip/.
"Saat ini kementerian pariwisata sudah memberikan bantuan, yakni dalam hal ini pelaku usaha yang akan mengajukan bantuan dapat mengajukan proposal langsung kepada kementrian melalui website resminya. Bahkan sudah disosialisasikan melalui online oleh kementerian langsung. Berbeda dengan tahun lalu memang kami dilibatkan dalam hal itu (bantuan hibah pariwisata tahun lalu)," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sejumlah-turis-china-mendominasi-kunjungan-di-pantai-kelan_20181024_103939.jpg)