Breaking News:

Berita Klungkung

Optimasi SWRO Ceningan Guna Mengantisipasi Kebutuhan Air Pasca Pembangunan Pelabuhan Bias Munjul

Tujuannya untuk memaksimalkan kebutuhan air bersih di Desa Lembongan, khususnya jelang rampungnya pembangunan Pelabuhan Bias Munjul

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Karsiani Putri
Eka Mita Suputra
Direktur PDAM Klungkung, I Nyoman Renin, pada Rabu 30 Juni 2021 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Ceningan saat ini tengah dilakukan optimalisasi oleh Balai Pemukiman Prasarana Wilayah Ditjen Cipta Karya, Kementrian PUPR.

Tujuannya untuk memaksimalkan kebutuhan air bersih di Desa Lembongan, khususnya jelang rampungnya pembangunan Pelabuhan Bias Munjul.

Direktur PDAM Tirta Mahottama Klungkung, I Nyoman Renin menjelaskan, pihak optimalisasi SWRO Ceningan dan rencana pembangunan SWRO di Desa Jungutbatu juga untuk menunjang keberadaan Pelabuhan Bias Munjul yang saat ini dalam pembangunan.

"Saat nanti Pelabuhan Bias Munjul itu beroperasi, tentu kebutuhan akan air sangat tinggi," jelas Renin, Rabu 30 Juni 2021.

Selama ini SWRO yang ada di Dusun Ceningan memiliki kapasitas 5 liter per detik.

Kapasitas ini hanya menjangkau sebagian kecil wilayah di Pulau Ceningan.

Hingga akhirnya tahun ini ada optimaliasi SWRO Ceningan oleh Balai Pemukiman Prasarana Wilayah yang anggarannya dari APBN.

"Saat ini optimalisasi sedang berjalan. Rencananya yang dulu kapasitar 5 liter per detik, akan dioptimalisasi menjadi  15 liter per detik," ungkap Renin.

Dengan kapasitas itu, SWRO Ceningan mampu menyuplai air bersih ke sekitar 1500 sambungan rumah.

Jumlah ini dianggap cukup untuk menjangkau seluruh layanan air bersih di Desa Lembongan.

Termasuk menunjang keberadaan Pelabuhan Bias Munjul.

Untuk SWRO Ceningan, aset masih milik pemerintah pusat.

Kedepan rencana aset sampai pengelolaanmya akan diserahkan ke daerah.

BACA JUGA: BREAKING NEWS 11 Korban KMP Yunice Masih Dalam Pencarian Tim SAR Gabungan

"Jika aset (SWRO Ceningan, red) sudah diserahkan ke daerah, pengelolaanya pun rencananya akan kami kerjasamakan dengan pihak ke-3. Mengingat SWRO ini, perlu SDM khusus yang benar-benar ahli di bidang itu (SWRO, red)," jelas Renin. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved