Breaking News:

Berita Bali

Prof Mahardika: Jangan Hanya Bali Saja yang Aman, Yang Keluar Bali Juga Harus Sama Ketat

"Kita juga punya tugas mencegah yang dari wilayah Bali keluar Bali, itu juga tugas kita. Jangan hanya kita aman, orang lain tidak aman, tidak boleh,

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana kedatangan penumpang di terminal kedatangan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Selasa 29 Juni 2021 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - "Kita juga punya tugas mencegah yang dari wilayah Bali keluar Bali, itu juga tugas kita. Jangan hanya kita aman, orang lain tidak aman, tidak boleh, haram hukumnya itu,"

Seperti itulah komentar Ahli Virologi Universitas Udayana (Unud), Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika menyoroti kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait syarat masuk Bali per 30 Juni 2021 ini

Dimana Pemprov Bali memberlakukan atau mewajibkan swab PCR (Polymerase Chain Reaction) bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) khususnya jalur udara dan PCR/Rapid Tes Antigen bagi PPDN jalur darat.

Sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Bali nomor 8 tahun 2021 yang terbit Senin, 28 Juni 2021 menerangkan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang akan memasuki wilayah Bali harus mengikuti ketentuan sebagai berikut :

Baca juga: Terkait PPKM Darurat, Luhut Minta Pangdam IX/Udayana & Kapolda Bali Perketat Prokes

1. Bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing, serta tunduk dan patuh terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku:

2. Bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Sedangkan dengan transportasi darat dan laut wajib menunjukan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji Rapid Test Antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

3. Untuk menunjukan keakuratan dan memastikan keaslian hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji Rapid Test Antigen, surat keterangan tersebut wajib dilengkapi dengan Barcode/ARCode.

4. Bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara, selain memenuhi persyaratan wajib mengisi e-HAC Indonesia,

5. Anak dibawah usia 5 (lima) tahun tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau uji Rapid Test Antigen: dan

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved