Breaking News:

Berita Tabanan

PTM di Tabanan Tunggu Restu Bupati, Skema Ditetapkan Siswa Masuk Dua Kali Seminggu

Pelaksanaan simulasi PTM ini dipantau langsung oleh jajaran MKKS, para kepala sekolah di Tabanan serta Komisi IV DPRD Tabanan.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Wema Satya Dinata
istimewa Dinas Pendidikan Tabanan
Suasana simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di SMPN 2 Tabanan, Rabu 30 Juni 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – SMPN 2 Tabanan ditunjuk untuk menjadi tempat ujicoba atau simulasi penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) oleh Dinas Pendidikan Tabanan, Rabu 30 Juni 2021.

Disdik Tabanan menegaskan bahwa PTM telah siap digelar asal ada izin dari Bupati Tabanan. Dan untuk skema PTM di Tabanan sudah dipersiapkan yakni hanya sekolah dua kali seminggu dengan dua shift serta menerapkan protokol yang ketat seperti kelas terbatas.

Pelaksanaan simulasi PTM ini dipantau langsung oleh jajaran MKKS, para kepala sekolah di Tabanan serta Komisi IV DPRD Tabanan.

Diawali dengan pengukuran suhu tubuh siswa, mencuci tangan pada air mengalir, kemudian menggunakan cairan desinfektan.

Baca juga: Pendaftaran Seleksi CPNS dan PPPK Tabanan Digelar pada 30 Juni-21 Juli 2021, Buka 1.615 Formasi

Selanjutnya ketika masuk kelas harus menjaga jarak antara satu siswa dengan siswa lainnya.

Jumlah siswa yang ada di dalam kelas sebanyak 20 orang.

“Simulasi perdana sudah kita laksanakan dan bertujuan untuk memantapkan persiapan penerapan PTM. Selanjutnya, kajian dari simulasi ini akan dituangkan dalam SOP oleh satuan Pendidikan. Sehingga SOP ini wajib dilaksanakan ketika PTM digelar di Tabanan," tegas Kepala Dinas Pendidikan, I Nyoman Putra usai simulasi, Rabu 30 Juni 2021. 

Dia menjelaskan, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, PTM akan digelar jika sudah ada persetujuan dari pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Tabanan. Sehingga, saat ini PTM hanya menunggu izinnya.

“Meskipun PTM nanti diizinkan, pembelajaran juga tetap mengkolaborasikan dengan pembelajaran daring. Artinya ketika PTM, para siswa tidak sekolah full namun dibatasi nanti akan diterapkan dengan daring juga,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, skema simulasi yang dibuat Tabanan untuk siswa baik jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP hanya masuk seminggu 2 kali dan tidak boleh melebihi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved