Corona di Bali

Tunggu Arahan Pusat, Anak-anak di Provinsi Bali Akan Divaksin Covid-19 Gunakan Sinovac

Hal tersebutlah yang menggiring bahwa nantinya, vaksin Covid-19 juga bisa disuntikkan untuk anak-anak.

Shutterstock
Ilustrasi Vaksin Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kasus Covid-19 tidak hanya menyerang orang dewasa, melainkan juga menyerang anak-anak.

Hingga saat ini jumlah kasus positif Covid-19 pada anak khusunya di Provinsi Bali mencapai 4.980 kasus.

Hal tersebutlah yang menggiring bahwa nantinya, vaksin Covid-19 juga bisa disuntikkan untuk anak-anak.

Mengenai hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan pihaknya akan menuntaskan terlebih dahulu target vaksinasi yang rencananya sasar 70 persen penduduk Bali.

Rencananya, usia anak-anak yang akan divaksin mulai dari 12 hingga 17 Tahun.

Baca juga: BREAKING NEWS :Sekda Sebut Bali Masih Zona Oranye, Belum Terapkan PPKM Darurat

"Itukan baru dua hari yg lalu disampaikan bapak presiden. Anak itu adalah usia 12 hingga 17 tahun. Kita akan mulai, untuk di Bali kita tuntaskan dulu yang 70 persen penduduk Bali karena itu persyaratan Herd Immunity, nanti sambil berjalan. Setelah itu kita lanjut berjalan," katanya pada, Rabu 30 Juni 2021.

Selain itu, Kolonel Ckm dr. I Made Mardika selaku Kakesdam IX Udayana Bali juga mengatakan pihaknya siap-siap saja jika nantinya kegiatan vaksinasi untuk anak ini sudah diberlakukan.

Rencananya, vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan ke anak-anak adalah jenis Sinovac.

"Kita sudah siap, nanti akan disiapkan tenaga vaksinator dari Kodam IX Udayana. Kita masih menunggu saja informasi dari pusat ya. Nanti untuk anak akan gunakan vaksin Covid-19 jenis Sinovac," kata, dr. Mardika. 

Baca juga: Alasan Tes GeNose Tidak Dipakai Lagi Sebagai Syarat Masuk Bali, Sekda Jelaskan Realita di Lapangan

Nasib PTM di Bali 

Adapun Dewa Made Indra juga menjelaskan alasan belum diadakannya pembelajaran tatap muka (PTM) di Bali.

Seperti diketahui, sudah satu tahun lebih anak-anak tidak menerapkan pembelajaran tatap muka dikarenakan merebaknya pandemi Covid-19.

Hal ini tentu saja sangat berpengaruh pada kualitas pendidikan anak-anak, terlebih banyak yang mengatakan pembelajaran melalui daring dinilai tidak efektif.

Dewa Made Indra mengatakan pembelajaran tatap muka, khususnya di Provinsi Bali akan dilangsungkan secara bertahap.

"Pembelajaran tatap muka ini kita lakukan secara bertahap yang pertama untuk Provinsi saya pastikan dan saya awasi terus semua guru dan tenaga pendidikan sudah divaksin. Kecuali yg tidak boleh divaksin. Untuk Provinsi SMA, SMK, SLB semua guru dan tenaga pendidikan yang memenuhi syarat untuk divaksin sudah divaksin," ujarnya pada, Rabu 30 Juni 2021. 

Indra menjelaskan, kriteria calon penerima vaksin yang tidak memenuhi syarat seperti, wanita yang sedang hamil, seseorang yang sedang sakit, dan penyintas yang belum melewati waktu lebih dari tiga bulan.

Sementara dari sisi persyaratan, kata Dewa Indra maka sebenarnya untuk tingkat Provinsi bisa-bisa saja dilakukan.

"Tapi kan bukan dari satu sisi persyaratan kita lihat lagi kasusnya di wilayah itu. Masuk zona apa dia, kalau masih zona merah jangan. Sama Dinas Pendidikan sudah tahu indikatornya yang mana boleh mana tatap muka mana yang tidak boleh. Tapi persyaratan dasarnya untuk vaksin itu sudah, karena saya yang pimpin," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved