Breaking News:

Berita Tabanan

39 Anggota Dewan Tabanan Dites Urine, BNK Segera Tes Pejabat Pemkab dan ASN Tabanan

Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tabanan menggelar tes urine untuk seluruh Anggota DPRD Tabanan di kantornya, Kamis 1 Juli 2021.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ist/Setwan Tabanan
Suasana saat Anggota DPRD Tabanan mengikuti kegiatan tes urine dari BNK Tabanan di kantornya, Kamis 1 Juli 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tabanan menggelar tes urine untuk seluruh Anggota DPRD Tabanan di kantornya, Kamis 1 Juli 2021.

Kegiatan ini untuk mengantisipasi tokoh masyarakat yang kedapatan sebagai pengguna maupun pengedar narkotika.

Selain DPRD, BNK juga nantinya akan menggelar tes urine terhadap ASN dan Kepala OPD atau Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Tabanan

"Tadi berlangsung sekitar 1,5 jaman lah. Semua anggota DPRD Tabanan tes urine dan satu absen karena ada upacara yadnya," kata Kasubag Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Tabanan, I Putu Gede Jata Antara saat dikonfirmasi, Kamis 1 Juli 2021.

Baca juga: PTM di Tabanan Tunggu Restu Bupati, Skema Ditetapkan Siswa Masuk Dua Kali Seminggu

Pria yang lebih akrab disapa De Jata ini menyebutkan, dari total 40 Anggota DPRD Tabanan, satu anggota berhalangan hadir yakni Ni Made Rahayuni karena izin upacara pitra yadnya ngaben.

"Nggih satu orang absen. Nanti akan nyusul dengan jadwal selanjutnya," katanya Dia menegaskan, jika ada yang kedapatan positif menggunakan narkoba, tentu semua pertimbangan sepenuhnya ada pada Badan Kehormatan (BK) DPRD Tabanan.

Sementara itu, Ketua BNK Tabanan yang sekaligus Wakil Bupati Tabanan, I Made Edi Wirawan, didampingi Sekretaris BNK yang juga Kepala Kesbangpolinmas I Gusti Ngurah Agung Suryana menyaksikan secara langsung proses tes urine tersebut. 

Baca juga: Sidak Sejumlah Kafe di Tabanan, Propam Incar Anggota Polisi dan ASN Masuk Tempat Hiburan Malam

Menurut Edi yang juga mantan Anggota DPRD Tabanan tiga periode ini, kegiatan rutin BNK Kabupaten ini lebih dulu menyasar anggota Dewan.

Selanjutnya menyasar pimpinan OPD dan pelaksana pemerintahan.

Edi mengaku prihatin dengan adanya peningkatan kasus narkoba di masa pandemi Covid19, bahkan sampai di pelosok desa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved