Kapal Tenggelam di Gilimanuk

Perlakuan Tak Biasa Niken Sebelum Naiki KMP Yunicee, Diiringi Pesan Haru untuk Ibunda dan Adik-adik

Perlakuan Tak Biasa Niken Sebelum Naiki KMP Yunicee, Diiringi Pesan Haru untuk Ibunda dan Adik-adik

Dok Humas Basarnas Bali
Tim SAR gabungan yang terlibat operasi SAR diantaranya dari Basarnas Bali, TNI AL, Pol Air, BPBD, BTTD, Samapta Polda Bali, Brimob Gilimanuk, DVI Polda Bali, Polres Jembrana, ASDP Gilimanuk, Syahbandar Gilimanuk, Batalion Compi C Gilimanuk, Potensi SAR 115 dan potensi SAR lainnya 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI- Tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali Selasa (29/6/2021) malam menyisahkan duka mendalam bagi keluarga penumpang.

Dalam kecelakaan tersebut tercatat hingga Kamis (1/7/2021) sebanyak 7 orang meninggal dunia dan belasan penumpang belum ditemukan.

Terkait kecelakaan tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas pun menemui keluarga korban Ariana Niken Permatasari (23) di Desa Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (30/6/2021).

Niken menjadi salah satu penumpang yang meninggal dalam kecelakaan tersebut.

"Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan duka yang mendalam atas musibah ini. Kami berdoa agar korban yang telah berpulang mendapat tempat termulia di sisi Allah SWT," ungkap Ipuk.

Baca juga: Sebaran Benda KMP Yunicee Sampai 4 Mil dari Titik Tenggelam, Upaya Pencarian Korban di Dalam Kapal

Kehadiran Ipuk disambut tangis haru Istiana, ibunda dan Hariyanto, bapak korban.

Kepergian putri sulung Hariyanto dan Istiana secara mendadak menjadi pukulan yang teramat berat bagi orang tuanya.

"Dia selesai mengantarkan saya lomba paduan suara PKK. Tak seperti biasanya, dia mencium saya beberapa kali sambil memberi semangat," cerita Istiana kepada Ipuk.

"Ada apa kok tiba-tiba gini?" lanjut Istiana bercerita.

Baca juga: Curhat Keluarga Korban KMP Yunicee pada Bupati Ipuk Saat Takziyah

"Tidak apa-apa, Bu. Aku sayang ibu, ayah dan adik-adik. Rawat mereka ya, Bu," ungkap Istiana menirukan jawaban gadis berusia 23 tahun itu.

Selama hidupnya, Niken dikenal sebagai pribadi yang baik.

Selain berbakti kepada kedua orangtuanya, ia juga mendedikasikan penghasilannya bekerja untuk membantu adik-adiknya yang masih bersekolah.

Beberapa hari sebelumnya, ia sempat mengutarakan keinginannya untuk berkurban.

"Dia ingin gajinya besok untuk bantu diberikan adiknya dan kurban (Idul Adha)," kenang ibunya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved