Berita Gianyar

Besok Sabtu 3 Juli 2021 PPKM Darurat Diterapkan di Gianyar, Ada Toleransi untuk Upacara Ngaben

PPKM darurat akan berlaku di Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu 3 Juli 2021.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat akan berlaku di Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu 3 Juli 2021. Dimana semua aktivitas masyarakat akan dibatasi secara ketat. Namun, lantaran saat ini di ratusan banjar di Gianyar, Bali tengah menggelar upacara ngaben, maka upacara tersebut tetap diadakan. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat akan berlaku di Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu 3 Juli 2021.

Dimana semua aktivitas masyarakat akan dibatasi secara ketat.

Namun, lantaran saat ini di ratusan banjar di Gianyar, Bali tengah menggelar upacara ngaben, maka upacara tersebut tetap diadakan.

BACA JUGA: Pendataan Pedagang Pasar Blahbatuh Rampung, Total 563 Pedagang Akan Dapat Stimulus

Namun, akan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Jumat 2 Juli 2021 mengatakan, Kabupaten Gianyar merupakan salah satu daerah di Bali yang diinstruksikan untuk menggelar PPKM darurat oleh Pemerintah Pusat.

Dalam hal ini, pihaknya menghormati setiap arahan Pemerintah Pusat karena itu, mulai Sabtu 3 Juli 2021 besok, Gianyar sudah menetapkan PPKM.

"Kita terapkan PPKM darurat besok, semua tahapan berlaku seperti instruksi Pemerintah Pusat," ujarnya. 

PPKM Darurat ini meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku.

Kebijakan yang diberlakukan selama dua pekan dan menyasar Kabupaten/Kota di Jawa dan Bali tersebut dilakukan sebagai salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran virus corona yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Bupati Mahayastra mengatakan, dalam hal ini pihaknya memberikan toleransi pada Banjar atau Desa Adat yang tengah menggelar upacara Ngaben.

Sebab, upacara tersebut, kata dia, tidak bisa dihentikan di tengah jalan.

"Kita berikan toleransi untuk ngaben. Sebab, kita tidak mungkin menghentikan upacara yang sudah berjalan, Pak Gubernur pun tidak mungkin bisa menghentikan. Hanya saja, upacara akan berlangsung sangat ketat. Orangnya dibatasi dan sebagainya," ujarnya. 

Seperti diketahui, upacara Ngaben berjalan dalam beberapa hari.

Mulai dari persiapan sarana dan prasarana hingga berbagai tahapan upacara.

Dimana rata-rata upacara ini menghabiskan waktu sekitar satu bulan.

"Intinya kita tidak bisa menghentikan upacara yang sudah berjalan. Karena itu kita berikan toleransi," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved