Breaking News:

PPKM Darurat Berlaku Besok, Trafik Penumpang di Bandara Ngurah Rai Diprediksi Turun Hingga 50 Persen

Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tidak memungkiri bahwa akan ada penurunan trafik penumpang

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: M. Firdian Sani
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana kedatangan penumpang di terminal kedatangan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali beberapa waktu lalu. PPKM Darurat Berlaku Besok, Trafik Penumpang di Bandara Ngurah Rai Diprediksi Turun Hingga 50 Persen 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tidak memungkiri bahwa akan ada penurunan trafik penumpang selama pemberlakuan PPKM Darurat 3 - 20 Juli 2021 mendatang.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa memang dengan adanya persyaratan ketat perjalanan bagi pengguna moda transportasi udara tentunya akan mengalami penurunan," ungkap Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, Jumat 2 Juli 2021.

Akan tetapi kami sebagai pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, tentunya mendukung kebijakan Pemerintah khususnya dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19 yang lebih luas seperti dengan dikeluarkannya aturan PPKM Darurat.

Penurunan trafik penumpang diperkirakan akan mencapai 50 persen lebih jika dibandingkan dengan rata-rata harian di bulan Juni 2021 lalu.

Koster Akhirnya Ikut Terapkan PPKM Darurat di 9 Kabupaten/Kota se-Bali Sesuai Kriteria Level Tiga

"Untuk planning flight dan planning pax besok di kedatangan itu 1.770 penumpang dilayani sebanyak 46 penerbangan, sementara di keberangkatan 2.477 penumpang dilayani dengan 45 penerbangan. Kurang lebih menurun 50 persen lebih jika dibandingkan dengan realisasi trafik penumpang dan pesawat pada 1 Juli 2021," papar Taufan. 

Dimana syarat bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) masuk Bali yang menggunakan moda transportasi udara selain wajib menunjukkan hasil negatif test swab berbasis PCR, juga wajib menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19 di Bandara keberangkatan asal penumpang tersebut.

Begitu pula berlaku sebaliknya bagi PPDN berangkat dari Bali menggunakan moda transportasi udara menuju Pulau Jawa wajib hasil negatif test swab berbasis PCR, juga wajib menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19. (*)

Ikuti berita terkini Tribun Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved