Breaking News:

Sponsored Content

Terapkan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja, PLN UIP JBTB Terima Sertifikat Penghargaan

Sertifikat penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) diterima oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangungan Jawa Bagian Timu

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
Sertifikat penghargaan SMK3 yang diterbitkan pada April 2021 oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia diterima langsung oleh General Manager UIP JBTB, Djarot Hutabri EBS pada Selasa 29 Juni 2021 

TRIBUN-BALI.COM, SURABAYA - Sertifikat penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) diterima oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangungan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) beserta unit pelaksana proyek di bawahnya.

Penghargaan diperoleh karena sebagai perusahaan dengan risiko tinggi, PLN UIP JBTB telah berhasil menerapkan SMK3 sehingga tujuan meningkatkan efektivitas perlindungan K3 yg terukur, terencana, terstruktur dan terintegrasi berhasil diwujudkan.

Sertifikat penghargaan SMK3 yang diterbitkan pada April 2021 oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia diterima langsung oleh General Manager UIP JBTB, Djarot Hutabri EBS pada Selasa 29 Juni 2021.

Baca juga: Sambangi Mapolres Badung Jalin Silaturahmi, PLN Bali Selatan Perkenalkan Mobil Listrik ke Kapolres

Sertifikasi dilakukan sebelum adanya perubahan organisasi PT PLN (Persero) UIP JBTB I menjadi PT PLN (Persero) UIP JBTB, sehingga unit pelaksana proyek di bawahnya sebagai penerima penghargaan juga masih mengikuti organisasi yang lama, yaitu UPP Kitring JBTB 1 di Surabaya, UPP Kitring JBTB 2 di Malang, dan UPP Kitring JBTB 3 di Bali.

Djarot dalam keterangannya menyampaikan bahwa penerapan sertifikasi ini dilakukan berdasar pada audit internal yang rutin dilaksanakan, dan audit eksternal oleh auditor eksternal yang terakreditasi sebagai auditor SMK3.

“Pengajuan sertifikasi melalui auditor eksternal terlisensi sebagai auditor SMK3 ini dilakukan masih pada organisasi lama, PLN UIP JBTB I dan UPP di bawahnya” ujar Djarot.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Djarot, bahwa sertifikasi ini akan diperbarui kembali mengikuti organisasi yang baru setelah masa berlaku sertifikat habis.

Baca juga: Upayakan Geliat Ekonomi dari Potensi Desa, PLN Peduli Kembangkan Ekowisata Desa Sanda Tabanan

“Adanya perubahan nama organisasi tidak menjadikan sertifikat ini tidak berlaku, karena masih menunjukkan lokasi yang sama. Dengan organisasi baru, dan UPP baru di bawah PLN UIP JBTB, akan kembali diurus setelah masa berlaku sertifikat SMK3 habis 3 tahun lagi” papar Djarot.

Selain itu disampaikan oleh T.A Alexander Bulo, Pejabat Pengendali K3L PLN UIP JBTB, bahwa saat ini, PLN UIP JBTB sedang dalam tahapan perencanaan ISO 45001 yang merupakan standar bertaraf internasional yang menetapkan berbagai persyaratan untuk SMK3.

Baca juga: Memasyarakatkan Electrifying Lifestyle, PLN bersama Dishub Bali Gelar Uji Coba Mobil Listrik

“ Set up ISO 450001 sedang kami lakukan untuk diintegrasikan dengan penerapan SMK3 yang memungkinkan organisasi untuk aktif meningkatkan kinerja SMK3 untuk mencegah kecelakaan kerja, sekaligus penerapan SMK3 di UPP baru sesuai organisasi baru PLN UIP JBTB” terang Alex.

Penerapan SMK3 yang dilakukan oleh PLN UIP JBTB ini sesuai Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2012 tentang penerapan SMK3, yaitu perusahaan yg mempekerjakan 100 orang atau lebih dan memiliki risiko tinggi wajib menerapkan SMK3 dengan tujuan meningkatkan efektivitas perlindungan K3 yang terukur, terencana, terstruktur dan terintegrasi.

Serta mencegah potensi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dan menciptakan tempat kerja yg aman untuk mendorong produktivitas. (*)

Berita lainnya di PLN

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved