Breaking News:

Covid 19

Yuk Mengenal Vaksin AstraZeneca, Diklaim Efektif Lawan Varian Delta

Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa Vaksin COVID-19 AstraZeneca memberikan kekebalan setidaknya selama satu tahun setelah satu dosis pertama.

Editor: I Made Dwi Suputra
REUTERS/PETER CZIBORRA
Ilustrasi vaksin Astrazeneca. WHO Keluarkan Izin darurat, Kemenkes Sebut Vaksin AstraZeneca hingga 5 Juta Dosis Segera Masuk Indonesia 

TRIBUN-BALI.COM - Lonjakan Covid- 19 yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia diduga berasal dari varian Delta.

Varian delta juga menjadi penyebab dari lonjakan kasus Covid-19 di Inggris. Kabar Baiknya, vaksin AstraZeneca menawarkan perlindungan tingkat tinggi dari varian tersebut, efikasinya hingga 92 persen.

Seperti apa efektivitas vaksin AstraZeneca? Dari hasil penelitian University of Oxford di server pre-print The Lancet, ditemukan bahwa Vaksin COVID-19 AstraZeneca memberikan kekebalan setidaknya selama satu tahun setelah satu dosis pertama.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca di Klungkung Kedaluwarsa Akhir Juni, Dinas Kesehatan Kebut Vaksinasi

Peneliti juga menemukan bahwa vaksin AstraZeneca memberikan respons imun yang kuat setelah interval dosis kedua yang diperpanjang hingga 45 minggu atau setelah dosis penguat ketiga.

Interval yang diperpanjang antara dosis pertama dan kedua vaksin COVID-19 AstraZeneca hingga 45 minggu menghasilkan peningkatan respons antibodi hingga 18 kali lipat, diukur 28 hari setelah dosis kedua.

Dosis ketiga juga menghasilkan aktivitas penetralan yang lebih tinggi terhadap varian Alpha, Beta, dan Delta. Baik dosis kedua yang diperpanjang intervalnya dan dosis ketiga Vaksin COVID-19 AstraZeneca kurang reaktogenik dibandingkan dengan dosis pertama.

Baca juga: Studi Com-COV Campurkan Vaksin AstraZeneca-Pfizer, Begini Hasilnya 

Profesor Sir Andrew J Pollard, Chief Investigator & Director Oxford Vaccine Group di Universitas Oxford, mengatakan bahwa hal ini merupakan berita baik bagi negara-negara dengan persediaan vaksin yang terbatas.

Negara yang mengalami keterlambatan pemberian dosis kedua vaksin juga tak perlu lagi khawatir. "Terdapat respons yang sangat baik untuk dosis kedua, bahkan setelah penundaan 10 bulan dari dosis pertama,” ucapnya.

Cara kerja riset Temuan tersebut didapatkan dari sub-analisis dari percobaan COV001 dan COV002 yang dipimpin Oxford dengan Vaksin COVID-19 AstraZeneca.

Secara keseluruhan, peneliti menyimpulkan bahwa vaksin AstraZeneca memberikan respons imun yang kuat setelah interval dosis kedua yang diperpanjang hingga 45 minggu atau setelah dosis penguat ketiga.

Baca juga: Penumpang Pesawat Wajib Tunjukkan Surat Vaksin Corona, Pengelola Bandara di Bali Tunggu Surat Edaran

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved