Breaking News:

Berita Banyuwangi

Bupati Ipuk Sosialisasikan PPKM Darurat Secara Virtual

Berbagai langkah dan upaya Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani untuk melakukan sosialisasi PPKM Darurat.

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Haorahman
Kegiatan Sharing Session bertajuk Banyuwangi Bergerak sukseskan PPKM Darurat COVID-19, yang diprakarsai oleh ARTOS Kembang Langit Banyuwangi, Sabtu =3 Juli 2021 malam 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Berbagai langkah dan upaya Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani untuk melakukan sosialisasi PPKM Darurat.

Tak hanya turun ke lapangan, sosialisasi digelar secara online bersama dengan berbagai generasi. 

Salah satunya adalah kegiatan Sharing Session bertajuk Banyuwangi Bergerak sukseskan PPKM Darurat COVID-19, yang diprakarsai oleh ARTOS Kembang Langit Banyuwangi, Sabtu 3 Juli 2021 malam.

Ini merupakan program membuka ruang diskusi antara masyarakat dari lini terkecil dengan Bupati Ipuk. 

Baca juga: UPDATE: Satu Korban KMP Yunicee Ditemukan di Perairan Teluk Sembulungan Banyuwangi

"Saya sebagai ketua Satgas COVID-19 Banyuwangi bertanggungjawab dengan kondisi saat ini. Maka kami mengajak masyarakat untuk melawan virus corona dengan mematuhi seluruh program PPKM darurat," ujar Ipuk saat membuka acara tersebut. 

"Saat ini tercatat 556 kasus covid yang ada di Banyuwangi per 4 Juli 2021. Dan jumlahnya terus bertambah," tambahnya. 

Pemkab Banyuwangi telah melakukan rapat kordinasi dengan seluruh elemen mulai dari kecamatan, desa, forkopimda, tokoh agama, para pelaku ekonomi, perwakilan organisasi masyarakat untuk memahami konsep dari PPKM darurat.

"Maka dari itu, sosialisasi terus kita lakukan," pungkasnya. 

Baca juga: Sidak Pelabuhan Ketapang, Forpimda Banyuwangi Temukan Penumpang Tanpa Dilengkapi Persyaratan

Acara Sharing session Artos kembang langit juga dihadiri oleh dr Roudhotul Ismaillya Noor Sp.PK(K) sebagai perwakilan dari insan kesehatan yang selama ini terlibat aktif dalam penanganan kasus covid 19 di Banyuwangi.

Emil, panggilan akrabnya, mengaku saat ini seluruh tenaga kesehatan kewalahan dalam penanganan kasus COVID-19. 

“Saat ini, kami nakes sebenarnya sudah Lelah, sudah banyak yang gugur. Saat ini kita semua tidak terkecuali harus patuh pada protokol kesehatan. Sudah tidak hanya 5M tapi 7M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas, mengurangi makan bersama dan memakai penutup mata). Protokol kesehatan wajib dilaksanakan oleh setiap warga negara Indonesia demi kebaikan kita semua,” tambahnya. 

Baca juga: PPKM Darurat, Banyuwangi Perkuat Tempat Isolasi dan Gencarkan Program Vaksinasi Covid-19

“Tenaga kesehatan di Banyuwangi sudah memberikan dedikasi terbaik untuk penanganan COVID-19. Di lapangan kita telah bekerja sama dengan RT/RW, Babinsa serta relawan-relawan desa untuk memberikan edukasi yang langsung diterapkan di masyarakat dengan selalu berkordinasi dan guyup rukun” pungkasnya. 

Dalam sesi akhir, Bupati Ipuk mengajak warga untuk terus patuh dengan protokol kesehatan. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada stakeholder yang membantu kegiatan PPKM darurat ini lancar. 

Baca juga: Tenggelamnya KMP Yunicee: Diah Ari Meiyani Meninggal Setelah Silaturrahmi Di Banyuwangi

"Terimakasih kepada relawan-relawan, Lembaga-lembaga dan ormas-ormas yang sudah membantu pemerintah mengedukasi kepada masyarakat berkaitan dengan pandemic COVID-19. Kami mengingatkan, masalah pandemik ini adalah masalah bersama, maka diperlukan sinergi gotong royong dalam rangka menurunkan laju penyebaran covid 19," pungkasnya. (Haorrahman)
 

Berita lainnya di Berita Banyuwangi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved