Breaking News:

Kapal Tenggelam di Gilimanuk

KNKT Belum Bisa Memastikan Penyebab Tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali

KETUA Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT, Soerjanto Tjahjono menyatakan, semua pihak dari semua unsur terus mencari

istimewa kiriman Humas Kantor Basarnas Bali
Operasi SAR dalam pencarian korban tenggelamnya KMP Yunicee di selat bali, Sabtu 3 Juli 2021 - KNKT Belum Bisa Memastikan Penyebab Tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - KETUA Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT, Soerjanto Tjahjono menyatakan, semua pihak dari semua unsur terus mencari dan mengevakuasi korban barang.

Saat ini pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab tenggelamnya KMP Yunicee.

Hal itu perlu pemeriksaan, kajian dan penyelidikan mendalam yang membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.

“Mengapa kapal tenggelam belum bisa kami simpulkan, karena kami masih melakukan penyelidikan ke nakhoda dan ABK, kemudian ke regulator dan mengumpulkan data. Sehingga kami belum bisa menyebut,” ucapnya, Sabtu 3 Juli 2021.

Baca juga: Evaluasi Tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali, Perbaikan Secara Sistemik Lebih Diperhatikan

Menurut dia, setelah dikumpulkan wawancara dengan regulator dan semua pihak dan unsur lainnya, serta pengumpulan barang bukti, maka akan dibawa ke Jakarta dan dianalisa.

Setidaknya perlu waktu tiga bulan pihaknya mengeluarkan laporan.

Selain itu, harus melihat history dan docking sebelumnya.

Di mana docking-nya dan apa yang dilakukan saat docking.

“Nantinya, akan dikaji dan analisa apakah dalam docking ada hubungan dengan tenggelamnya kapal,” ungkapnya.

Soerjanto mengaku, untuk saat ini pihaknya masih mengkoordinasikan apakah pencarian akan ditutup dalam waktu tujuh hari ini.

Dan itu harus melalui persetujuan keluarga.

Sebab, ROV yang fungsinya untuk mengetahui apakah masih ada korban atau tidak di dalam kapal hingga saat ini belum dapat diterjunkan.

Alasannya masih dengan arus kencang di perairana bawah laut Selat Bali.

“ROV rencananya memang diturunkan, untuk memastikan apakah masih ada korban di kapal itu. Tapi tidak memungkinkan karena arus kencang,” ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved